Comments are off for this post

KRISTEN MUNAFIK

“Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan…” (Yesaya 29:13).

Kita sering mendengar orang berkata “Munafik.”  Kata tersebut bisanya ditujukan kepada mereka yang pandai bicara tentang kesalehan, tetapi tidak melakukannya. Tuhan  Yesus memberikan paparan: “Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan” (Mat. 23:28).

Siapa yang tahu bahwa ahli-ahli Taurat dan orang Farisi adalah orang-orang munafik? Tidak seorang pun menyangka, karena dari luar mereka adalah orang-orang yang saleh. Tetapi Tuhan Yesus mengerti isi hati mereka, sebab Dia melihat hingga ke dalam hati.

Setiap orang bisa saja terjebak ke dalam sikap ini.  Melihat kelemahan orang lain memang lebih mudah. Karena itu adalah bijak jika masing-masing orang mawas diri, lihat diri sendiri dan berusa melakukan sesuatu yang terbaik bagi kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.[rhb]

 Ketulusan hati dalam menjalankan pelayanan dapat menghindarkan kita dari kemunafikan