Comments are off for this post

RAHASIA BERDIAM DIRI

“Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu” (Yesaya 30:15).

Orang-orang di timur mempunyai cara unik untuk mendapatkan madu dari suatu sarang lebah. Mereka tidak menggunakan peralatan canggih, seperti baju-baju tebal yang anti sengatan. Tetapi, meskipun tubuh mereka dipenuhi dengan segerombolan lebah-lebah yang marah, mereka jarang terkena sengatan. Alasannya, karena  mereka tidak banyak menggerakkan tubuh – pasif saja. Mereka juga tidak berusaha mengibas-ngibaskan lebah-lebah itu. Dan lebah-lebah tersebut menyangka mereka sedang mengerubuti sebatang pohon.
Sebaliknya, orang-orang barat bertindak lain. Mereka yang tidak mengerti “jurus diam” ini, apabila datang segerombolan lebah, maka mereka berusaha melawan dan menggusar mereka. Semakin terjadi pergerakan dan perlawanan, lebah-lebah itu akan semakin marah dan menyengat orang itu.
Saudara, hari ini kita belajar satu kekuatan yang sering kita abaikan: berdiam diri! Ada kekuatan apakah di dalam ketenangan ini?
Seorang dokter yang memberikan ceramah di Surabaya tanggal 4 Juli lalu, mengatakan bahwa meditasi menjadi pelengkap bagi ilmu kedokteran. “Ada bagian-bagian pengobatan yang tidak dapat diselesaikan dengan sisi ilmu kedokteran murni. Di sisi inilah ia menemukan bahwa meditasi bisa melengkapi kekurangan ini….,” katanya.
Tentunya kita tidak berbicara mengenai meditasi yang dilakukan oleh orang-orang dunia, karena prinsip berdiam dengan mengosongkan pikiran adalah cara yang salah. Alkitab tidak pernah memberikan perintah supaya kita mengosongkan pikiran. Yang benar adalah kita harus mengisi pikiran ini dengan firman Allah, seperti perintah Tuhan kepada Yosua, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi RENUNGKANLAH [bhs. Ingg.: meditate] itu siang dan malam….” (Yos. 1:8).
Jadi untuk mencapai suatu kemenangan, kita harus belajar untuk tidak mudah panik menghadapi bahaya atau persoalan. Firman Tuhan mengajarkan supaya kita tenang dan mengisi pikiran kita dengan janji-janji Tuhan. Renungkan kembali setiap janji Allah. Apabila pikiran kita telah dipenuhi dengan firman Tuhan, kita melangkah ke tapak berikutnya – percaya akan janji-janji-Nya. Setelah itu kita maju selangkah lagi – bertindaklah berdasarkan janji-janji Allah. Lakukan semuanya itu dengan tenang dan tanpa kepanikan. Karena mustahil kita bertindak berdasarkan janji Allah kalau kita panik terlebih dahulu.[rhb]

 

Kemenangan = ketenangan + iman + tindakan.

Comments are closed.