Comments are off for this post

MEMUJI TUHAN, MENIKMATI KUASANYA

“Sebab setiap pukulan dengan tongkat penghajar yang ditimpakan Tuhan ke atasnya, akan diiringi rebana dan kecapi, dan Ia akan berperang melawan Asyur dengan tangan yang diayunkan untuk peperangan.” (Yesaya 30:32).

Seringkali kita beranggapan bahwa menaikkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan hanyalah suatu liturgi di dalam pertemuan-pertemuan ibadah kita. Sebab itu kita hanya dapat menikmati hadirat Allah dan mengalami kuasa-Nya apabila kita sedang berada di dalam pertemuan-pertemuan ibadah, misalnya: ibadah raya, doa malam, atau KKR.
Bila kita senang mendengarkan kidung puji-pujian dan nyanyian rohani setiap hari, itu baik. Tetapi Allah terlebih suka mendengarkan puji-pujian yang keluar dari mulut kita. Jadi bukan sekedar puji-pujian di bibir saja, tetapi puji-pujian yang keluar dari hati yang percaya kepada Allah (Mzm. 13:6, Rm. 10:9-10). Dan kesukaan Allah ini ditulis dalam Mazmur 22:4, “Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.” Lihatlah, Allah kita tidak bersemayam di atas puji-pujian yang kita dengar, tetapi di atas puji-pujian yang kita naikkan bagi Dia. Ini bukan sebuah bualan, tetapi ini sebuah fakta firman Allah!
Dan ketika Tuhan hadir di atas puji-pujian kita, maka kita dapat menikmati hadirat-Nya dan pernyataan kuasa-Nya yang akan memulihkan keadaan kita. Dan Tuhan akan memperdengarkan suara-Nya, dan akan memperlihatkan tangan-Nya yang akan berperang bagi kita, untuk menghancurkan setiap masalah dan kesulitan di dalam setiap aspek kehidupan kita. Alkitab dan kesaksian orang-orang percaya telah membuktikan bahwa ada banyak perkara-perkara mujizat terjadi, karena umat Allah menaikkan pujian kepada Allah! Mengapa? Sebab… Allah hadir dengan kuasa-Nya saat umat-Nya memuji Dia.
Sebab itu, apabila kita rindu mengalami hadirat dan kuasa Allah setiap saat di dalam kehidupan kita, marilah kita meneladani kehidupan Daud, yang senantiasa memuji Tuhan setiap saat, sebagaimana yang tertulis di dalam Mazmur 119:164, “TUJUH KALI dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.” Bahkan Daud berkata, “Aku hendak menyanyi bagi TUHAN SELAMA AKU HIDUP, aku hendak   bermazmur bagi Allahku SELAGI AKU ADA.” (Mzm 104:33). Dan bukan hanya pada waktu-waktu tertentu saja, yaitu ketika Daud di dalam keadaan baik saja, tetapi … ”Aku hendak memuji TUHAN PADA SEGALA WAKTU; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.” (Mzm 34:2). Karena itu, biarlah mulai hari ini, mulut kita senantiasa menaikkan puji-pujian bagi Tuhan. Bukan hanya pada waktu beribadah, tetapi pada segala waktu![rhb]

 

Pujian adalah cara termudah “mengundang” Allah.