No comments yet

Sabar Hadapi Olokan

“Siapakah di antara semua allah negeri-negeri ini yang telah melepaskan negeri mereka dari tanganku, sehingga TUHAN sanggup melepaskan Yerusalem dari tanganku” (Yesaya 36:20)?

Seorang pria berkaca mata gelap berdiri di atas kotak di Hyde Park Corner, New York, sambil berteriak-teriak mengejek orang Kristen. “Hadirin, buktikan padaku kalau Allah itu ada, sebab aku tidak melihatnya. Buktikan kalau ada kehidupan setelah kematian, sebab aku tidak melihatnya. Buktikan kalau ada penghakiman akhir zaman, sebab aku tidak melihatnya. Buktikan kalau ada surga dan neraka, sebab aku tidak melihatnya.”

Orang-orang yang pro dengannya memberikan aplaus panjang. Lalu ia turun dari “mimbarnya”. Kemudian ia berteriak lagi, “Hadirin, katakan padaku kalau ada rumput hijau di sekitar sini. Katakan kalau ada langit biru di atas sana. Katakan kalau ada pepohonan di sekitar sini. Sebab aku buta!”

Rasanya, ejekan dan cemoohan biasa kita dengar dari orang-orang di sekitar kita seperti orang buta ini. Apalagi pada saat kita menjadi orang Kristen yang sungguh-sungguh. Tetapi kita bukanlah satu-satunya manusia yang mendapat ejekan. Setiap orang percaya yang hidupnya telah diserahkan kepada Tuhan sepenuhnya pastilah tidak akan terluput dari ejekan. Rasanya telinga ini menjadi panas, tatkala mereka menyanyikan nada sumbang untuk mengolok kita.

Anda pikir, Yesus juga tidak terluput dari olokan? Oh, rasanya semasa di bumi Tuhan kita sudah kenyang dengan olokan. Yang dikatai pelahap, peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa lah, dsb. Bahkan sampai hukuman dijatuhkan, para prajurit masih “tega” mengolok Dia dengan mengenakan jubah ungu, menganyam mahkota duri, lalu memberikan sebatang buluh di tangan kanan-Nya, meludahi dan memukul-Nya (Mat. 27:27-30). Dan puncak olokan yang Yesus terima adalah kematian-Nya yang disamakan dengan penjahat kelas berat – disalib sampai mati.

Ada suatu pertanda yang baik kalau Anda diolok karena hidup Anda yang suci. Petrus berkata, “Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat” (1 Pet. 3:17). Kalau diejek karena nama Yesus, bersukacitalah. Sebab kita  dapat merasakan penderitaan Tuhan Yesus. Jangan membalas mereka! Sebab mereka  buta. Mereka tidak mengenal kebenaran Allah. Sikap yang benar terhadap mereka, beritakan Injil kepada mereka.[rhb]

 

Biarkan orang mengololok-olok, biarlah hati kita tetap tegar dan beriman pada Yesus

Post a comment