JADILAH PEKA!

Monday, 19 Jun 2017

“Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik……..” (Yesaya 25:4).

Anda tahu payung? Pasti Anda tidak asing dengan benda yang satu ini. Terutama pada saat-saat musim hujan, ia adalah teman setia yang siap mengantar Anda kemana saja. Dengan harga yang dapat dijangkau oleh berbagai kalangan, payung tidaklah sulit didapat. Tapi sepertinya payung bukanlah teman yang kita butuhkan setiap waktu. Terbukti, apabila musim hujan berakhir, ia menempati bagian gudang yang paling dalam, sampai kita biarkan berdebu.

Perlindungan Allah ibarat payung yang menaungi Anda di kala hujan persoalan turun. Betapa perlunya perlindungan Allah ini, apalagi hujan krismon yang tak kunjung berhenti di negara ini. Dan Allah sepertinya tidak pernah menyembunyikan janji perlindungan-Nya kepada setiap orang yang membutuhkannya. Tapi ingat, apabila hujan persoalan telah mereda, jangan menaruh payung ini ke gudang alias melupakan Tuhan yang telah memberikan perlindungan-Nya.

Saudara, salah satu sarana penting untuk menikmati perlindungan Allah adalah tinggal dalam persekutuan dan komunikasi yang aktif dengan Allah. Jadilah sensitif terhadap suara Allah, karena dengan demikian kita dapat mengetahui peringatan-peringatan-Nya. Saya yakin, Ia sering memberi peringatan kepada kita akan datangnya suatu bahaya. Tapi karena telinga kita menjadi tumpul, kita tidak mendengarkan apa-apa.
Seorang pendeta dari California bercerita kepada Kenneth Hagin mengenai kecelakaan yang menimpa ia dan istrinya akibat kelalaiannya mentaati suara Tuhan.

Ceritanya begini. Suatu hari pendeta ini dengan istrinya bermaksud mengadakan kunjungan ke familinya di Texas. Ketika ia sedang mengepaki barang-barangnya di bagasi mobil, ia merasa sesuatu dalam hatinya bahwa ia harus menunggu beberapa saat sebelum memulai perjalanan.
Tapi ia mengabaikan suara itu, karena ia berpikir, “Ah, itu cuma perasaanku saja.”
Lalu ia segera memulai perjalanannya. Akhirnya dalam perjalanan, ia mengalami tabrakan beruntun yang melibatkan beberapa mobil. Istrinya nyaris tewas dalam kecelakaan tersebut.

Anda lihat, bila pendeta ini tidak mengabaikan peringatan Roh Kudus, ia dapat menghindarkan diri dari kecelakaan fatal itu. Kita memang tidak imun dengan kecelakaan maupun persoalan. Tapi ada banyak kecelakaan dan persoalan yang seharusnya tidak menimpa kita apabila kita sensitif terhadap suara Allah.[rhb]

 

Semakin Anda peka, semakin banyak kecelakaan yang dapat dihindarkan.

282 Total Views 1 Views Today