Comments are off for this post

Ada Waktunya

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya…..” (Pengkhotbah 3:11).

Pasal ini diawali dengan perkataan “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun……dst”.
Tidakkah Anda perhatikan bahwa setiap tahun Anda mengalami masa-masa tertentu silih berganti? Tiga puluh tahun lalu, saat kondisi Anda masih berada di puncak, Anda begitu energik. Joging setiap hari sejauh 10 km dapat dilakukan dengan mudah. Kini, jalan 1 km saja sudah ngos-ngosan. Tiga puluh tahun lalu pula kulit masih kencang dan bentuk tubuh atletis membuat banyak para gadis kesengsem. Kini, rambut beruban, badan sedikit bongkok, tubuh “mengembang” ke kanan ke kiri. Masa jaya telah lenyap.
Saudara, tidakkah Anda lihat bahwa masa-masa ini dapat kita alami? Belum lagi masa-masa lain yang Anda alami dalam kehidupan sehari-hari. Atau apakah Anda sekarang ini sedang merenungi nasib karena baru saja ditinggal mati oleh orang yang Anda kasihi? Pikirkan, betapa menyenangkan ketika pertama kali Anda bertemu dengan orang yang Anda kasihi itu. Suasana ceria mewarnai kehidupan Anda. Tapi kini setelah orang itu pergi, Anda tinggal dalam kenangan indah yang tidak dapat dikembalikan lagi.
Atau……
Anda pernah mengalami masa keemasan dalam perekonomian Anda, ketika badai krismon belum berkecamuk. Waktu itu, dengan berkendaraan mobil sedan terbaru, kedudukan yang bergengsi di perusahaan, Anda menjadi kekaguman banyak orang. Di mana-mana Anda dikuntit oleh orang-orang yang siap memberikan kepuasan kepada Anda. Tapi sejak hantaman krismon bertubi-tubi, kini yang tersisa pada diri Anda hanyalah baju beberapa potong dan sepasang sepatu butut. Lebih menyedihkan lagi, sang istri dan anak-anak “dievakuasi” oleh mertua Anda. Dan Anda hanya bisa merenungi nasib. Ingin rasanya Anda memutar jam kehidupan dan kembali lagi ke masa-masa jaya Anda.
Kalau Anda merenungi nasib karena masa-masa keemasan telah lenyap dan Anda tinggal dalam kesedihan, jangan lupakan janji Tuhan yang berkata, “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku MENGGENDONG kamu. Aku telah melakukannya dan mau MENANGGUNG kamu terus; Aku mau MEMIKUL kamu dan MENYELAMATKAN kamu” (Yes. 46:4). Kalau manusia dapat berubah sikap melihat keadaan Anda, tapi tidak demikian halnya dengan Allah. Apapun yang terjadi dengan Anda, Allah tetap mengasihi Anda.[rhb]

 

Nikmatilah setiap pergantian masa bersama Kristus.