Comments are off for this post

ALLAH PEDULI

“Yesus … melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka” (Matius 14:14)

Yohanes Pembaptis dihukum mati sebagai martir oleh Raja Herodes. Yohanes adalah sepupu dan sahabat Yesus, jadi kematiannya tentu sangat menyentuh hati Yesus. Saya yakin karena itulah Dia menyingkir dari kerumunan orang. Matius menulis, “Dia pergi dari sana [kampung halaman dan tempat pelayanan-Nya] …” (14:13).

Yesus ingin menyendiri untuk berkabung, tetapi orang banyak mendesak Dia dengan membawa kebutuhan mereka dan tidak membiarkan-Nya pergi (ayat 13). Melihat penderitaan mereka, Yesus tergerak oleh belas kasihan. Walaupun Dia sendiri sedang sedih, Dia mau menyembuhkan penyakit mereka (ayat 14). Yesus tidak membiarkan kesedihan-Nya menjadi alasan untuk tidak melayani mereka.

Mungkin Anda seorang pekerja dalam pelayanan masyarakat: pendeta, guru, perawat, atau konselor. Mungkin Anda adalah seorang ibu dengan anak-anak yang masih kecil atau pasangan yang tak berdaya karena sakit. Anda harus berkutat sendiri dengan pergumulan, kekecewaan, dan kepedihan hati Anda tanpa seorang pun tampak peduli kepada Anda.

Namun ada seseorang yang peduli. Allah peduli. Dia memahami kesedihan Anda lebih dari siapa pun, dan Dia mengerti dalamnya penderitaan Anda. Anda dapat menyerahkan kehawatiran Anda kepada-Nya (1 Petrus 5:7) dan dalam hadirat-Nya Anda dapat menemukan kasih, penghiburan, dan kekuatan yang Anda butuhkan untuk beranjak dari kesedihan dan peduli pada kesedihan orang lain. Anda dapat mempedulikan orang lain karena Allah mempedulikan Anda. [hdr/rhb]

Karena Allah peduli pada kita, maka kita  pun peduli sesama

Comments are closed.