No comments yet

Ampunan Berbatas?

…… Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” (Matius 18:21, 22).

Aba Gayle tahu bagaimana rasanya sakit hati dan dendam membara yang tersimpan dalam hati, ketika anak wanitanya ditikam sampai mati di sebuah perkebunan buah per di Sacramento, California, pada tahun 1980. Pembunuhnya, Douglas Mickey, ditangkap dan dipenjara.

Bertahun-tahun Gayle hidup dalam kepahitan yang sulit dihilangkan. Siapa yang tidak marah dan benci kepada pembunuh anaknya?

Sampai pada tahun 1992, Gayle memutuskan menulis surat kepada pembunuh anaknya. “Seperti mengalir,” kata Gayle. Dalam surat itu ia berkata bahwa ia telah mengampuni Mickey dan ingin menjenguknya.
“Begitu surat itu saya masukkan ke dalam kotak pos, semua kemarahan dan keinginan untuk balas dendam lenyap dalam sekejap. Ia juga mengakui, sejak saat itu ia bisa menikmati sukacita lagi.
Mickey membalas surat itu. Ia bercerita bahwa apa yang pernah ia lakukan merupakan “beban yang tak terucapkan” dalam jiwanya. Ia seperti berada dalam penjara lain yang jauh lebih buruk daripada di dalam sel itu. Dan pengampunan dari Gayle telah membebaskannya.

Saudara, hukum yang dikenal dalam Kerajaan Allah adalah hukum kasih. Karena kasih ini pula Allah memberikan Yesus sebagai korban demi keselamatan manusia. Dan Alkitab juga memerintahkan supaya kita hidup di dalam kasih (2 Yoh. 1:6). Berarti juga kita harus hidup dalam pengampunan.

Berapa kali aku harus mengampuni saudaraku? Pertanyaan Petrus ini mewakili pertanyaan kita juga. Satu kali? Dua kali? Tujuh kali? Pikir Petrus, tujuh kali merupakan angka yang cukup banyak. Tetapi jawaban Yesus sungguh mengagetkan karena pengampunan itu sampai tujuh puluh kali tujuh kali alias 490 kali. Tujuh puluh kali tujuh kali bukanlah diartikan secara harfiah, tetapi ini merupakan cara orang Yahudi untuk menyatakan: janganlah mendendam! Berarti, pengampunan itu tak terhingga.

Kadang betapa sulitnya mengampuni itu. Seperti kasus yang dihadapi oleh Gayle, mungkin selama bertahun-tahun secara tidak sadar kita dibelenggu oleh akar kepahitan. Kita membenci orang-orang yang telah menyakiti hati kita. Tetapi sadarlah, bila Tuhan sudah mengampuni dosa kita yang setinggi gunung itu, kita harus mengampuni kesalahan orang lain yang cuma setinggi gundukan tanah.[rhb/sgbi]

 

Kebencian adalah alat iblis untuk menghancurkan anak-anak Allah.

Post a comment