Comments are off for this post

Asli dan Palsu

“…Ketahuilah, nabi-nabi itu sudah sepakat meramalkan yang baik bagi raja…Tetapi Mikha menjawab: “Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya apa yang difirmankan Allahku, itulah yang akan kukatakan.” (2 Tawarikh 18:12-13)

ADA DUA  golongan umat Allah dengan pendirian yang bertolak belakang. Raja Israel, Ahab, dan nabi-nabinya mewakili umat Allah yang mengabaikan suara dan kehendak Allah yang sejati. Mereka memilih untuk mendengar dan mengatakan hal-hal yang menyenangkan bagi diri dan telinga mereka sendiri, bukan hal yang asli dari Tuhan. Raja Yehuda, Yosafat, dan nabi Mikha mewakili umat Allah yang masih murni hatinya di hadapan Allah. Mereka senantiasa menginginkan suara Allah yang sejati. Mereka menguji nubuatan-nubuatan untuk menemukan kehendak Allah yang sejati. Untuk itu mereka tidak memilih apa yang menyenangkan hati dan telinga mereka sendiri melainkan sesuatu yang benar. Sekalipun suara Tuhan keras dan berita-Nya terdengar buruk, namun Raja Yosafat dan Mikha memilih untuk mendengarkannya daripada berita baik yang palsu.

Suara dan jawaban Tuhan tidak selalu enak didengar, namun berisi kebenaran. Raja Ahab bukan saja hanya ingin mendengarkan berita-berita baik, tetapi menghukum Mikha yang selalu menyampaikan kebenaran dari Tuhan. Karena mengabaikan peringatan Tuhan yang keras, Ahab benar-benar tewas dalam pertempuran dengan bangsa Aram. Raja Yosafat yang dijadikan umpan musuh diluputkan Allah karena hatinya melekat kepada Allah.

Matius 7:15-23 mengingatkan dengan keras hamba-hamba Tuhan palsu yang mengajarkan kepalsuan. Pelayanan mereka bukanlah seturut perintah Allah melainkan menarik perhatian orang untuk diri sendiri. Janganlah kita suka mendengarkan kepalsuan mereka, sebab mereka tidak membawa kita semakin mengenal Allah melainkan menjauh. Mereka sendiri adalah golongan tersesat seperti Raja Ahab dan nabi-nabinya.

Senangkah kita jika dokter memberi jawaban yang enak didengar bahwa kita sehat-sehat saja sedangkan hasil analisa mengatakan bahwa kita mengalami kanker stadium akhir? Senangkah kita mendengar berita baik yang palsu? Semua orang mempunyai kecenderungan untuk mendengar kabar baik dan menghindari kabar buruk. Namun, di atas semua itu, sebagai umat Kristen kita harus mencari suara dan kehendak Allah yang benar. Kita harus belajar untuk menerima dan menghadapi kenyataan, dan dari sana kita akan menemukan pertolongan dan mujizat Tuhan.[rhb/wic]

 

Sampaikan Firman Tuhan sebagaimana Tuhan menghendakinya, bukan sebagaimana kita menghendakinya.