Comments are off for this post

Bebas Hutang

“Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya.”
(Amsal 2:7)

Kita pernah mendengar pribahasa “lebih besar pasak daripada tiang” yang artinya  lebih besar pengeluaran daripada penghasilan. Tanpa disadari hal itu melanda orang-orang disekeliling kita. Apalagi ditengah-tengah maraknya kartu kredit seperti saat ini.  Hutang piutang seolah menjadi makanan sehari-hari,  dan tanpa disadari bagi mereka yang tak bijak menggunakannya bisa terjerat belenggu hutang. Dampaknya bukan hanya menggangu keuangan keluarga, bisa-bisa hubungan yang terjalin manis dalam keluargapun ikut hancur gara-gara jatuh pailit.

Berikut ini beberapa langkah agar Anda tidak terbelit hutang. Pertama, hiduplah dengan gaya hidup sesuai penghasilan kita. Jangan demi gengsi lalu memaksakan diri hidup mewah dan akhirnya sengsara sendiri. Kedua, ambillah komitmen untuk menyisihkan minimal 10% dari penghasilan untuk ditabung setiap bulannya. Ketiga, jangan berhutang. Belajarlah mencukupkan diri dalam segala hal (Filipi 4:11). Namun bila Anda terlanjur berhutang, segeralah beritikad baik untuk melunasinya. Meski sedikit demi sedikit itu jauh lebih baik daripada berusaha menutup hutang dengan hutang yang baru.

Tuhan adalah Bapa yang baik. Ia pasti sanggup mencukupi segala kebutuhan kita, bila kita berani hidup jujur dan apa adanya. Lakukan saja apa yang menjadi bagian kita, yaitu hidup dengan iman dan karakter yang berkualitas agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. [ssn]

 

Jujur berarti tidak hidup berdasarkan gengsi.

Comments are closed.