No comments yet

Berbicaralah

“Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana” (Amsal 31:8).

Dietrich Bonhoeffer, seorang teolog Jerman yang gencar menyuarakan keadilan dan penentang rezim Hitler. Ia kerap kali mengutip ayat di atas untuk mendorong orang-orang Kristen supaya berani berbicara menentang kesewenangan Hitler yang menindas hak-hak manusia, terutama hak-hak kaum Yahudi. Karena keberaniannya ini, ia harus membayar dengan harga mahal – digantung di konsentrasi kamp Nazi di Flossenberg pada tahun 1945.
Di Amerika, untuk mendorong orang-orang sipil berani menyuarakan keadilan, di stasiun kereta api, pusat-pusat perbelanjaan, dan tempat-tempat umum, pemerintah setempat menempel iklan dengan tulisan: SILENCE ONLY FANS THE FLAME; SPEAK OUT AGAINST INTOLERANCE (Bungkam hanya mengipasi api; berbicaralah untuk menentang ketidakbenaran)!
Dalam sejarah manusia, orang-orang yang membela kaum lemah dan berani menentang ketidakadilan hanya dilakukan oleh segelintir orang. Karena risiko yang dipikul kadang tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan. Jangankan berbicara mengenai hasil, baru membuka mulut saja nyawa bisa melayang. Tapi inilah pahlawan-pahlawan kaum cilik yang tidak pernah berpikiran mengenai jasa dan imbalan.
Saudara, Anda pasti menemui banyak ketidakadilan dan ketidakbenaran di lingkungan di mana Anda berada, entah itu di kantor, di rumah, atau di mana saja. Tapi tidak banyak di antara Anda yang berani menegur dan mengoreksi kesalahan mereka. Apalagi yang berbuat kesalahan itu adalah bos Anda sendiri. Anda kan berpikir demikian, “Daripada aku nanti di-PHK, lebih baik aku diamkan saja”! Atau kalau Anda adalah pelayan Tuhan, Anda tidak berani menegur pendeta Anda yang jelas-jelas membuat suatu keputusan yang keliru. Anda hanya manggut-manggut saja, ikut “mengaminkan” perbuatan mereka yang salah. Anda takut tidak mendapatkan jadwal berkhotbah atau memimpin pujian. Anda tidak berani mengambil risiko untuk berbicara kebenaran, padahal Alkitab mengatakan: “BERITAKANLAH firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, NYATAKANLAH apa yang salah, TEGURLAH dan NASIHATILAH dengan segala kesabaran dan pengajaran” (2 Tim. 4:2).
Kalau ada kesalahan yang perlu dikoreksi, mengapa tidak Anda lakukan? Kalau Anda disebut orang-orang yang menyuarakan keadilan, mengapa tidak menegur orang-orang yang berbuat kesalahan? Koreksilah dan tegurlah di dalam segala kesabaran dan pengajaran.[rhb]

Orang yang bungkam adalah pembunuh berdarah dingin.

Post a comment