Comments are off for this post

Bethany Bojonegoro: Setelah Belasan Tahun Berdoa, Akhirnya Tempati Gedung Ibadah Permanen

BETHANY.OR.ID – Pujian ucapan syukur memenuhi ruang ibadah jemaat Gereja Bethany jemaat Bojonegoro pada acara “soft opening” tempat ibadah yang baru di jalan Sawunggaling No: 113 Kota Bojonegoro, Jawa Timur pada 13 Desember 2014.

Suasana penuh syukur terlihat pada saat itu, terlebih hal itu merupakan kado natal bagi Gereja Bethany Jemaat Filadelfia Bojonegoro, yang digembalakan oleh Pdt. Robby Santoso, B.Min.

“Ini mukjizat dan campur tangan Tuhan,” ungkap Pendeta Robby. Hal itu dikatakannya, sebab sudah sekian lama, satu dekakade lebih mereka menunggu bisa beribadah di tempat yang permanen.

jemaat ibadahGedung baru itu sudah memiliki IMB resmi sebagai tempat ibadah.  Tempat tersebut bisa menampung 300 jemaat. Selain tempat ibadah, tempat itu juga merupakan sekretariat / kantor Gereja yang diperlengkapi dengan  dua kamar untuk hamba Tuhan setempat, juga Dapur dan kamar mandi. Tempat parkir cukup memadai dalam setiap kali ibadah.

Jemaat Bethany Bojonegoro memiliki perjalanan cukup panjang. Gereja yang dirintis pada 1990- an itu pertama kali menempati sebuah rumah dikawasan  jalan Rajawali yang saat itu dirintis oleh Dept. Misi Bethany Manyar. Setelah berjalan beberapa tahun,  jemaat setempat akhirnya mulai menabur untuk pembangunan tempat ibadah permanen pada 1996.  Usaha mereka pun mulai terealisasi ketika berdiri sebuah gedung ibadah di kawasan Jalan Sawunggaling, berdampingan dengan Kantor Kelurahan Karangpacar kota Bojonegoro. Pembukaan pemakain tempat ibadah tersebut berlansung meriah dan kidmat. Namun beberpa minggu kemudian, karena sesuatu hal yang berkaitan dengan unsur SARA, tempat tersebut akhirnya tidak bisa lagi dipakai sebagai tempat beribadah, hingga akhirnya hanya bisa dipakai sebagai sekretariat dan kantor saja.

Karena itu, jemaat  mengontrak sebuah tempat, semula di Jalan Hayan Wuruk  lalu pindah  di Jalan Jaksa Agung Suprapto 179 Bojonegoro. Disitulah jemaat menjalankan ibadah pada setifoto bersamaap minggunya hingga awal akhir November 2014. Hingga kurun waktu itu, jemaat tiada henti-hentinya berdoa, dengan harapan  Tuhan membuka jalan agar tempat ibadah permanen bisa dipakai untuk beribadah.

Ketekunan dan kesetiaan Jemaat dalam berdoa membuahkan hasil. Tempat ibadah yang dulunya mereka bangun memang tak bisa dipakai untuk beribadah,  hanya bisa dipakai untuk sekretariat saja. Namun Tuhan memberkati mereka dengan tempat baru yang berjarak kurang lebih 350 meter dari gedung ibadah yang lama. [wic/photo:dok.bethany bojonegoro]