Comments are off for this post

BUKAN BUKU BIASA

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.  (2 Timotius 3:16)

BUKU “A Tale of Two Cities” karya Charles Dickens merupakan novel terlaris sepanjang masa, terjual lebih dari 200 juta eksemplar. Fantastisnya lagi, satu buku yang ditandatangani Dickens (1859) dilego Peter Harrington pada sebuah pameran di pusat kota London dengan harga Rp. 5,3 miliar, Agustus lalu. Namun demikian yang berminat hanya sekolompok orang saja, terutama kolektor berduit. Mereka berani membeli, sebab bagi mereka  karya itu nilainya tinggi, terlebih dibubuhi tanda tangan penulis.

Barangkali kita pun berdecak, bukan karena bukunya, tapi karena harganya. Disisi lain, seharusnya kita bangga. Mungkin kita  tak memiliki buku dari seorang novelis terkenal, namun kita punya “Alkitab” yang ‘nilainya’ melebihi buku apapun  yang ada didunia ini.

Seperti para kolektor, kitapun harus ‘menghargai’ Alkitab bukan dari cetakannya, tetapi dari tulisannya yang adalah Firman Tuhan. Berapapun waktu yang diperlukan, juga tenaga yang kita butuhkan, kita semestinya berusaha sedemikian rupa untuk menyelidiki, dan merenungkannya sepanjang hari. Terlebih firman itu ‘berkuasa, ya dan amin” serta dibubuhi meterai Tuhan.

Saat kita hidup dalam kebenaranNya, maka kekayaan Allah melimpah dalam hidup kita. Satu kalimat firman mengandung ‘kuasa’ yang dahsyat, terlebih tulisan satu Alkitab. Mari gali kekayaan Allah ini, kita akan mendapatkanNya. [aw/16]

Comments are closed.