No comments yet

Ciri Gereja Mula-mula

“…..sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan” (Kisah 2:47).

 

LUAR BIASA! Dua kata itulah yang paling tepat untuk menggambarkan keadaan jemaat mula-mula. Mereka tidak hanya bertumbuh secara kuantitas, tetapi juga kualitas. Dikatakan bahwa mereka disukai oleh semua orang. Siapakah yang disebut “mereka”? Oh itu bukan hanya Petrus, Yohanes atau rasul yang lain, melainkan juga seluruh anggota jemaat gereja!

Perlu ditekankan, bahwa pertumbuhan gereja itu tidak hanya bergantung pada pendeta, penginjil, majelis atau aktivis lainnya. Seyogyanya seluruh  jemaat turut berperan. Itulah juga yang ditekankan oleh Bapak Reformasi Martin Luther (1483-1546) dengan menunjuk pada Surat 1 Petrus 2:9. “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan- perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” Semua orang percaya, segenap anggota jemaat harus berperan bahkan berfungsi sebagai imam yang memanjatkan doa syafaat untuk sesama!

Apa rahasia keberhasilan jemaat mula-mula bertumbuh sedemikian pesat?
Pertama, mereka ‘bertekun dalam pengajaran’, berarti bersungguh-sungguh dan tidak jenuh mau belajar dan bertumbuh dalam pengajaran atau doktrin. Pengajaran atau doktrin adalah bagaikan tulang dalam tubuh kita. Jika kita bertumbuh dan teguh dalam doktrin maka kita tidak akan mudah disesatkan oleh guru-guru palsu.

Kedua, mereka ‘bertekun dalam persekutuan’ atau KOINONIA. Mereka saling mengenal dengan akrab. Bukan sekedar berbasa-basi sambil mengucapkan ‘shalom’, mereka juga berbagi suka dan duka. Mereka melakukan persekutuan dengan sungguh-sungguh dan tulus.

Ketiga, mereka melakukan pelayanan kasih dengan tulus dan senang hati (ay. 44-47). Inilah yang belum bisa dilakukan gereja zaman modern. Mereka saling mengadakan keseimbangan. Yang kaya membagi kepada yang miskin, dan yang berhikmat membagi kepada yang kurang. Supaya terjadi keseimbangan. Luar biasa! (hi/rhb)

Gereja adalah kekuatan dahsyat ketika berjalan di atas kebenaran firman Tuhan.

Post a comment