1

DARAH PERJANJIAN

“Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk
pengampunan dosa” (Matius 26:28).

Darah bisa membuat orang bergidik. Bukan warna, bau, atau kekentalan darah yang menyalakan reaksi yang demikian, tetapi kesadaran bahwa darah yang tertumpah berbicara tentang nyawa manusia.
Di Golgota, darah Kristus mengalir dari tangan, kaki, kepala, dan sekujur tubuh-Nya. Darah Kristus yang menodai kayu dan meninggalkan bercak-bercak di tanah yang dapat dilihat oleh semua orang, membuktikan bahwa Anak Manusia dikorbankan untuk keselamatan manusia.
Darah merupakan penggenapan keselamatan yang diperintahkan Tuhan kepada bangsa Israel melalui Musa. Musa berkata, “Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini” (Kel. 24:8).
Agama mengajarkan, untuk mendapatkan keselamatan manusia harus berbuat amal sebanyak-banyaknya. Namun kekristenan bukanlah sekedar agama. Agama adalah usaha manusia untuk  mencari Allah, tapi kekeristenan adalah Allah datang ke dunia melalui Anak-Nya Yesus Kristus dan mencari manusia untuk diselamatkan.
Firman Tuhan berkata, sejak manusia pertama yaitu Adam jatuh ke dalam dosa, maka sifat dosa telah masuk kepada manusia. Jadi manusia tidak mungkin berbuat baik dengan kemampuannya sendiri. Firman Tuhan berkata, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Rm. 3:23). “Sebab upah dosa ialah maut……” (Rm. 6:23). Untuk membebaskan manusia dari dosa, harus ada korban darah yaitu darah Kristus yang tak bercacat.
Prinsip dalam Perjanjian Lama mengenai keadilan adalah, “Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri” (Kej. 9:6). Karena itulah pengorbanan menuntut darah. Dosa membunuh. “…. pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kej. 2:17). Tidak ada cara lain untuk mengembalikan kondisi mereka. Harus ada darah yang ditumpahkan untuk menebus manusia.
Saudara, Allah menyiapkan Yesus sebagai persembahan untuk menebus manusia. Sebab tidak mungkin ada cara lain yang dapat dilakukan oleh siapa saja untuk menyelamatkan manusia, kecuali dengan tertumpahnya darah Anak Domba yang tak bercela.
Apakah Allah itu egois sehingga Ia hanya memberikan satu pilihan saja kepada manusia untuk selamat? YA! Manusia hanya diberikan satu pilihan saja. Lalu bagaimana dengan kepercayaan-kepercayaan lainnya? Dari manakah asal dari kepercayaan-kepercayaan itu? Allah tidak pernah memakai “metode” lain dalam hal keselamatan ini. Kalau bukan Allah, siapa lagi yang mendirikan agama-agama itu? Anda tahu jawabannya.[rhb]

Tanpa Yesus tidak ada keselamatan.

Comment(1)

  1. Ellbiah says

    About Cephalexin Antibiotics Buy Zithromax Online Without Prescription Priligy Us cialis from canada Discount Levaquin Medicine With Free Shipping

Post a comment