Comments are off for this post

Tuhan Pelihara Kita

“Aku, TUHAN, penjaganya; setiap saat Aku menyiraminya. Supaya jangan orang mengganggunya, siang malam Aku menjaganya” (Yesaya 27:3).

Ada suatu cerita saat perang dunia II tentang sebuah kapal penumpang yang hendak berlayar dari Inggris ke suatu pelabuhan di kota New York.

Kapten kapal merasa kuatir dengan situasi yang ada di laut lepas, mengingat perang masih berkecamuk dan kapal-kapal musuh pasti ada dimana-mana. Lalu ia mengontak pimpinan angkatan laut Inggris untuk memberikan jaminan perlindungan kepada kapal yang dinahkodainya.  Dengan tenang laksamana AL meyakinkan sang kapten bahwa apapun yang akan terjadi, tetaplah mengarahkan kapal ke tujuan yang dimaksud. “Jangan berputar – arahkan saja kapal ke depan, ke arah tujuan!” Pesan sang laksamana.

Setelah  melintasi samudera Atlantik, tiba-tiba ia melihat kapal penghancur musuh ada di depannya. Dengan gugup sang kapten  menghubungi sang laksamana. Dengan tenang sang laksamana menjawab, “Arahkan saja kapalmu ke tujuan. Segala sesuatu akan berjalan dengan baik”. Beberapa hari kemudian kapal ini tiba dengan selamat di tempat tujuan. Tak lama setelah berlabuh, barulah ia sadar kalau kapal perang Inggris membayang-bayangi kapalnya sepanjang perjalanan menuju New York.

“Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel,” kata pemazmur (Mzm. 121:4). Suatu ungkapan yang mengandung janji yang tidak terbantahkan lagi bahwa Tuhan selalu mengawasi umat-Nya. Israel adalah kebun anggur yang disayang Allah. Setiap hari dirawat, disiram, dijaga, dan dibersihkan. Tuhan tidak pernah lalai menjaga umat-Nya.

Kebenaran ini semakin nyata dalam Perjanjian Baru. Firman Tuhan berkata, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7). Kata “memelihara” mengandung pengertian, bahwa Tuhan menjaga, melindungi, merawat, dan mengobati umat-Nya bila terluka. Alasan mengapa umat Tuhan tidak boleh kuatir, karena Allah memelihara mereka. Kalau Anda mempunyai anak , apakah membiarkannya kalau ia mendapat celaka? Apakah Anda mengizinkan ia berjalan sendirian di tengah hutan belantara? Tidak, bukan? Anda akan menjaganya dan merawatnya. Begitu juga dengan Allah kita. Hanya pengertian kita yang dangkal akan kasih Allah inilah yang sering kali menjadikan kita tidak memahami kasih Allah.[rhb]

 

Terkadang  kasih manusia kepada Allah sepanjang berkat mengalir, tetapi kasih Allah kepada manusia sampai kekal.