Comments are off for this post

DIPIMPIN ROH

“Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun” (Markus 1:12).

Ketika terjadi pembakaran gereja di Situbondo yang mengakibatkan empat orang keluarga pendeta meninggal dunia beberapa waktu yang lalu, beragam tanggapan muncul. Ada yang menanggapi dengan prihatin, dan ada pula yang menanggapi dengan nada miring. Yang prihatin berkata, “Tuhan pasti punya maksud dibalik peristiwa ini.” Tetapi yang bernada miring berkata, “Mungkin mereka kurang doa, atau barangkali ada dosa yang tersembunyi.” Apakah benar demikian?
Bila kita perhatikan, sebelum Tuhan Yesus masuk ke padang gurun untuk dicobai oleh Iblis, Tuhan Yesus terlebih dahulu dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Setelah Yesus keluar dari air, terdengar suara dari sorga, “Engkaulah Anak-Ku yang  Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Setelah deklarasi dari Allah Bapa itu, baru Roh memimpin Yesus ke padang gurun untuk dicobai oleh Iblis.
Perlu Anda ketahui bahwa orang yang dicobai belum tentu karena ia berbuat dosa. Kapan orang yang dicobai sudah termasuk jatuh dalam dosa? Apabila orang tersebut kalah menghadapi pencobaan itu. Setiap orang tidak dapat menghindar dari pencobaan, sebab mencobai adalah kesenangan iblis supaya anak-anak Tuhan jatuh. Allah sendiri memang kadang mengizinkan iblis mencobai manusia, tetapi dengan tujuan supaya iblis tahu bahwa orang yang dicobai tersebut benar-benar setia kepada Allah (ingat Ayub yang diuji kesetiaannya oleh iblis? Pencobaan itu datang setelah Allah memuji Ayub sebagai orang yang saleh dan jujur – Ay. 1:8). Tetapi kita tahu bahwa Allah menyediakan perlindungan bagi orang percaya agar menang menghadapi pencobaan.
Jika dilihat dari bahasa aslinya, ada dua kata Yunani yang sama-sama diterjemahkan dengan “pencobaan”: peirazo (mis: Ibrani 2:18, Yakobus 1:13) dan peirasmos (mis: Ibrani 3:8, Yakobus 1:2). Peirazo artinya menguji seseorang – apabila lulus diterima, dan apabila gagal dibuang. Sedangkan peirasmos artinya membuktikan apakah seseorang layak mendapat penghargaan atau tidak. Tuhan tidak pernah menguji (peirazo) seseorang dengan maksud untuk menjatuhkan (baca: Yak. 1:13), tetapi Allah bermaksud membuktikan (peirasmos) bahwa orang percaya layak mendapat mahkota.
Apabila Anda sedang mengalami pencobaan, setelah Anda cek bahwa pencobaan itu bukan karena Anda dipikat oleh dosa (Yak. 1:14), maka bersukacitalah sebab Anda sedang dipromosikan Allah untuk naik ke tingkatan rohani yang lebih tinggi. Sebab Yakobus berkata, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” (Yak. 1:12).

Ada mahkota kehidupan berarti ada pencobaan.