No comments yet

DITANGAN TUHAN

“Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus di nyatakan di dalam dia” (Yohanes 9:3)

Apapun keadaan kita hari ini, kita patut mengucap syukur, sebab kita telah mengenal Tuhan dan dikenal Tuhan. Dihadapan Tuhan, kita memiliki status yang sangat istimewa, yaitu  bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah (1 Petrus 2:9). Ini semua karena campur tangan Tuhan.  Dalam tanganNya hidup kita dipelihara begitu luar biasa.

Bagaimana dahsyat campur tanganNya, bisa dilihat saat Ia menyembuhkan orang buta dalam Injil Yohanes 9.
Mengenai orang yang lahir buta adalah sebuah fakta yang bisa kita temui hingga saat ini. Penyebabnya bermacam-macam, karena obat-obatan atau sesuatu yang lain. Dan semua orang tua tentunya tidak pernah berharap melahirkan seorang anak dalam kondisi seperti itu. Namun faktanya, beberapa orang memiliki anak yang lahir dalam keadaan cacat.

Memang banyak orang berpendapat, “orang cacat,” biasanya dianggap tak memiliki masa depan. Alkitab pun mencatat, bahwa orang buta itu jadi pengemis, minta belaskasihan kepada orang disekelilingnya. Selain tak dihargai, hidupnya pun sering dihina orang. Bukan hanya itu, keadaan fisiknya itu, terkadang dikaitkan dengan dosa (ayat 2 dan 34), tentu saja beban deritanya makin bertambah. Demikian juga, apabila seseorang mengalami suatu persoalan, biasanya selalu dikaitkan dengan dosa, lalu dihakimi dan lain sebagainya.

Memang, bisa jadi ketika seseorang sakit atau alami persoalan, itu akibat dosa. Namun tidak semua  karena dosa.  Lalu mengenai orang buta, apa kata Tuhan Yesus? Jawabannya: “bukan dia atau orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia…..” (ayat 3). Justru lewat sebuah persoalan, kemuliaan Tuhan akan dinyatakan.

Jadi kalau saat ini, kita sedang mengalaminya, mari koreksi diri! Kalau karena dosa, cepat bertobat, mohon pengampunan Tuhan. Tetapi jika diijinkan Tuhan, itu artinya ada sesuatu yang hendak Tuhan nyatakan.  Hal itu,  karena perkerjaan Allah akan dinyatakan di dalam diri kita. Makin besra kesulitan, makin besar mukjizat yang Tuhan sediakan.

Ditangan seorang dokter, mustahil orang buta bisa melihat, tetapi di tangan Tuhan, butiran debu kotor yang diludahiNya  pun sanggup celikkan orang buta.

Hidup itu penuh dengan tantangan dan persoalan. Kenyataan tersebut harus kita terima. Namun demikian jangan berkecil hati, sebab Tuhan menyertai kita. Dia pasti menolong kita.[aw/16]

Post a comment