No comments yet

DITOPANG DALAM KEHENINGAN

Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku (Mazmur 94:19)

Hudson Taylor (1832-1905) adalah pendiri China Inland Mission (misi di pedalaman Cina) dan seorang pelayan Allah yang hebat. Akan tetapi, setelah terjadi Pemberontakan “Boxer” yang ganas tahun 1900, saat ratusan teman penginjilnya dibunuh, perasaan Taylor menjadi hancur dan kesehatannya mulai rapuh. Menjelang akhir hidupnya, ia menulis, “Saya begitu lemah, sehingga tidak bisa bekerja. Saya tidak bisa membaca Alkitab; saya bahkan tidak bisa berdoa. Saya hanya dapat berbaring diam di dalam pelukan Allah seperti kanak-kanak dan percaya kepada-Nya.”

Apakah Anda pernah mengalami kelelahan tubuh dan luka di hati? Apakah Anda merasa sulit untuk memusatkan pikiran pada janji-janji Tuhan di dalam Alkitab? Apakah Anda merasa sulit untuk berdoa? Janganlah menganggap diri Anda sendiri sebagai orang yang terbuang secara rohani. Anda tergabung dengan sejumlah besar anak Allah yang mengalami malam kelam dalam jiwa mereka.

Apabila kita menderita di saat-saat yang seperti itu, yang dapat kita lakukan, tepatnya, yang harus kita lakukan adalah berbaring tenang seperti kanak-kanak di dalam pelukan Bapa surgawi kita. Tidak perlu mengatakan apa pun. Seorang bapak yang memberi penghiburan tidak mengharapkan anaknya berbicara. Begitu juga dengan Allah. Dia tahu bahwa kita memerlukan perhatian-Nya yang menyejukkan. Pada saat kesusahan datang, kasih setia-Nya akan menopang kita (Mazmur 94:18). Kita dapat memercayai-Nya untuk mendukung kita melalui malam kelam dalam jiwa kita menuju fajar yang menyingsing.[vcg/rhb]
APABILA HANYA ALLAH YANG TERSISA DALAM DIRI KITA KITA AKAN TAHU BAHWA ALLAH CUKUP BAGI KITA

Post a comment