Comments are off for this post

Doa Munafik

“Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”
(Matius 15:8-9)

Apa kemunafikan dalam doa? Kemunafikan doa adalah orang yang berdoa, tetapi menempatkan diri justru bertentangan dengan doanya tersebut. Kemunafikan doa itu menyangkut perkataan, perbuatan dan pemikiran.

Kemunafikan doa dalam perkataan adalah, jika  seseorang yang berkata-kata di dalam doa, tetapi dia sendiri tidak yakin dengan apa yang didoakan. Misalnya, di depan jemaat dia berdoa “Yesusku dahsyat”. Tetapi ucapan itu hanya di bibir saja, tidak lahir dari hati yang sungguh-sungguh meyakini kedahsyatan Tuhan.

Kemunafikan doa dalam perbuatan adalah, jika perbuatannya tidak sama dengan doanya. Mulut mereka berkata, bahwa apa yang diperoleh saat ini adalah hasil dari pergumulan doa. Tetapi yang sesungguhnya, mereka mendapatkan hal itu dengan cara-cara yang haram.
Kemunafikan doa dalam pikiran adalah, mereka berdoa tetapi sesungguhnya, hatinya jauh dari Tuhan. Mereka hanya ingin mendapatkan sesuatu dari Tuhan. Tuhan diperlakukan seperti (maaf) “pesuruh” yang bisa perintah untuk melakukan ini dan itu. Betapa rendahnya pemikiran mereka tentang Tuhan.
Jangan berdoa hanya karena kebutuhan hidup. Jadikan dia gaya hidup sehari-hari. Sehingga setiap kita terhindar dari kemunafikan doa. [nts/rhb]

Doa yang bukan gaya hidup adalah kemunafikan.