Comments are off for this post

DOSA KARENA WARNA KULIT

Sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka (Yakobus 2:1)

Kebanyak orang  tentunya tidak suka dituduh rasialis. Namun, pro-kontra rasial itu sudah terlalu lazim. Bahkan orang Kristen memiliki sejarah yang panjang tentang prasangka etnik. Pada abad pertama, orang-orang percaya berkebangsaaan Yahudi menolak untuk menerima saudara-saudara di luar bangsa mereka. Akhir-akhir ini, diskriminasi rasial menjadi topik yang hangat.

Prasangka yang begitu dalam terkadang menimbulkan tragedi sehingga orang pada akhirnya melihat bahwa diskriminasi yang didasarkan atas perbedaan secara fisik sungguh tak pantas. Beberapa tahun yang lalu saya membaca tentang seorang pengemudi truk yang sangat fanatik untuk tidak menggunakan tenaga orang Amerika keturunan Afrika. Namun suatu pagi, truk tangkinya terbalik dan meledak. Seminggu kemudian, pengemudi itu terbaring di rumah sakit dan memandang orang berkulit hitam yang telah menyelamatkannya. Ia tahu bagaimana orang itu menggunakan mantel dan tangan telanjangnya untuk memadamkan api yang membakar seluruh tubuhnya. Sambil menangis ia mengucapkan terima kasih pada orang yang telah menolongnya dengan tidak egois itu.

Kita tidak perlu menanti terjadinya tragedi untuk menyadari hal ini. Kita hanya perlu memandang ke Kalvari. Di sana Tuhan kita telah menyerahkan hidup-Nya bagi setiap orang dari berbagai bahasa, ras, dan bangsa. Cakupan universal dari pengurbanan-Nya menunjukkan kasih-Nya bagi setiap umat manusia. [rhb]

Comments are closed.