No comments yet

Sikap Terhadap Firman

“Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian” (Kisah P. Rasul 17:11).

SEBAGIAN GEREJA ‘modern’ telah beranjak dan mulai menyimpang dari Firman Allah dan Alkitab. Firman Allah telah direndahkan dengan dijadikan  hanya semacam ajaran baik, dan Alkitab hanya sebagai sebuah buku doktrin dalam tulisan-tulisan agamawi.

Allah tidak memberikan sebuah agama atau doktrin, tetapi Ia memberikan Yesus sebagai Penyeelamat umat manusia dan Alkitab sebagai janji-janji yang membawa kepada kehidupan. .

Dibagian lain, sebagian  gereja mulai kehilangan jati dirinya, yaitu mulai  kehilangan semangat yang dimiliki oleh gereja mula-mula. Salah satu jemaat mula-mula yang cocok menjadi contoh bagi kita adalah jemaat di Berea (Kis.17:13). Ada beberapa ciri menonjol yang baik dari gereja itu karena memiliki sikap yang benar terhadap firman Tuhan:

Pertama, jemaat di Berea disebutkan sebagai orang yang baik. Mereka setidaknya menjadi teman yang enak untuk diajak bicara dan mudah mengulurkan tangannya bila ada temannya yang mendapatkan kesusahan. Mereka tidak bertindak dengan tergesa-gesa tanpa menyelidiki terlebih dahulu.

Kedua, jemaat di Berea mempunyai sikap hati yang seimbang, yakni menerima firman yang dibawa oleh Paulus dan Silas. Mereka tidak menolak dulu tetapi mendengar dengan hati yang seimbang. Tidak keras kepala dan mengabaikan orang lain. Firman Tuhan mengajak kita harus menghormati orang lain dan menganggap orang lain penting. Mereka harus dan rindu untuk mengerti kebenaran firman Tuhan. Anda tentu tahu, orang yang haus akan kebenaran pasti akan dipuaskan.

Ketiga, jemaat ini membaca dan menyelidiki firman Tuhan setiap hari. Oh itulah orang yang haus kepada Tuhan. Mereka tidak akan berhenti menyelidiki Kitab Suci sampai mereka menerima kebenaran firman Tuhan, dan sampai kebenaran itu dinyatakan di dalam hatinya. Luar biasa! Mereka tidak menyelidiki Kitab Suci seminggu sekali, atau sebulan sekali. Tetap setiap hari! Bukankah kita juga harus melakukan hal yang sama? Bukankah kita wajib merenungkan firman Tuhan setiap hari?

Keempat, jemaat ini semakin bertumbuh di dalam iman mereka. Sekalipun orang Yahudi lainnya mencoba menghasut mereka, namun mereka meyakini berita yang dibawa oleh Paulus dan Silas. Mereka kuat karena mereka selalu menyelidik firman Tuhan dengan penuh kerinduan. (hi/rhb)

Gereja tidak ada artinya jika tanpa kasih dan kuasa Tuhan

 

Post a comment