No comments yet

Hak Atau Kewajiban?

“Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya” (Mazmur 150:6).

Kitab Mazmur ini ditutup dengan kata-kata yang indah, “Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!” Kalimat ini singkat, tetapi mengandung arti yang padat.

Pernahkah terpikirkan oleh Anda, memuji Tuhan itu dikategorikan ke dalam hak ataukah kewajiban? Kalau hak, berarti Anda boleh melakukan boleh tidak. Tapi kalau kewajiban, suka atau tidak suka Anda harus melakukan.

Celakanya, banyak orang kristen menyamakan memuji Tuhan seperti membayar pajak. Semua orang tahu bahwa membayar pajak adalah kewajiban bagi setiap warga negara yang baik. Tetapi kenyataannya? Mereka berusaha menghindarkan diri untuk membayar pajak. Atau kalau tidak demikian mereka memanipulasi laporan keuangan perusahaan supaya pajak yang dibayarkan lebih kecil (kalau bisa gratis!) dari nilai yang seharusnya mereka bayar kepada pemerintah.

Banyak orang Kristen bertindak sama saat memuji Tuhan. Mereka berusaha “memanipulasi” dengan cara “beralasan ria” untuk tidak memuji Tuhan. “Wah Tuhan, tokoku lagi sepi, bagaimana aku bisa memuji Engkau?” Yang lain berkata, “Wah Tuhan, aku baru saja di-PHK, bagaimana aku bisa memuji-Mu?” Akhirnya yang terjadi adalah mereka menjadi pemuji-pemuji terpaksa dengan muka cemberut, sekalipun mulut mereka menyanyi di gereja dengan bertepuk tangan. Tapi hati mereka kering dengan pujian.

Dalam buku Lifting Him Up (Tinggikan Nama-Nya), Ron Konely (penulis lagu dan pemimpin pujian yang dipakai Tuhan dengan luar biasa) berkata bahwa sebenarnya ia menderita gangguan pada pernafasannya. Pernah terjadi beberapa kali ketika ia telah berdiri di depan jemaat, sambil memegang mikrofon, tiba-tiba pernafasannya berfungsi hanya sepertiganya. Tetapi ia terus melanjutkan menyanyi dan Allah memberikan kemampuan kepadanya untuk terus menyanyi dengan baik. Ron Kenoly mempunyai prinsip, setiap makhluk yang bernafas wajib memuji Tuhan. Dan ia telah melakukannya!

Saudara, kalau kita teliti keseluruhan kitab Mazmur ini, kita lihat bagaimana pemazmur juga sering mengalami masa-masa sukar dan berat. Pencobaan yang mereka alami sebenarnya tidak berbeda dengan apa yang kita alami. Tapi pemazmur memiliki kunci sukses yang dapat menghantar mereka dari kemenangan yang satu kepada kemenangan yang lain. Kunci itu adalah pujian! Bahkan dalam pasal-pasal terakhir, pemazmur mengungkapkan pujian yang sangat indah. Ia memerintahkan kepada seluruh makhluk, unsur, elemen, dan apa saja untuk memuji Tuhan. Tidakkah kita juga patut melakukan seperti apa yang pemazmur lakukan – memuji Tuhan di dalam segala situasi?[rhb]

Semua makhluk memuji Tuhan kecuali patung.

 

Post a comment