Comments are off for this post

Hancurkan Perbedaan!

“Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang” (Kisah 10:34).

 

TUHAN Yesus Kristus tidak pernah membedakan orang, apakah orang itu dari golongan bersunat (kalangan Yahudi) atau  Yunani. Golongan, kaum, bahasa, bangsa, warna kulit di hadapan Tuhan adalah sama. Tidak ada perbedaan. Manusialah yang seringkali membuat perbedaan.

Injil Keselamatan harus diberitakan kepada seluruh umat manusia tanpa pandang ras dan suku. Injil Keselamatan tidak memandang siapa, apa, di mana dan dari golongan apa. Setiap orang membutuhkan keselamatan.

Usaha manusia sepanjang masa untuk beroleh keselamatan  sia-sia, karena manusia tak pernah bisa menemukannya. Namun, dengan jelas Injil Yohanes 14:6, mengungkapkan bahwa jalan menuju kepada Allah Bapa hanya tersedia pada Yesus Kristus saja. Tidak ada jalan lain.

Undangan Yesus ditujukan kepada semua orang: “Mari ikutlah Aku!” Bukankah semua orang itu adalah ciptaan-Nya? Bukankah setiap orang itu merupakan hasil dari karya tangan Allah sendiri? Dan mengapa kita perlu menghancurkan perbedaan itu? Sebab, perbedaan hanya akan menimbulkan perpecahan dan pertikaian.

Dalam salah satu suratnya kepada jemaat Tuhan, Yakobus secara tegas menegur beberapa orang yang terlalu  mengeksklusifkan orang kaya. Ia berkata: “Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: “Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!”, sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: “Berdirilah di sana!” atau: “Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!”, bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat” (Yak. 2:1-4).

Hal yang sama juga menjadi perenungan bagi setiap hamba Tuhan. Dalam melayani Tuhan juga tak boleh memandang muka. Si kaya diperlakukan secara khusus, sedangkan si miskin dianggap pelengkap saja. Hal itu tak dapat dipungkiri dan manusiawi, tetapi tak boleh kita kompromikan. Demikian juga dalam pemilihan pengurus gereja. Haruslah dipilih mereka yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan, bukan dari ras atau sedikit banyaknya harta. Pilih seobyektif mungkin yang sesuai dengan standar kebenaran firmanNya.

Hendaknya perenungan kita pagi ini, makin meningkatkan gariah pelayanan kita hinggga menyukakan hati Tuhan (rhb)

Perbedaan memang ada, tetapi jangan membuat pembedaan.

 

Comments are closed.