Comments are off for this post

HATI GEREJA

“Kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang.” (1Tesalonika 3:12)

Apa ukuran keberhasilan sebuah gereja? Pengunjung yang begitu banyak saat kebaktian Minggu pagi? Keuangan yang jumlahnya bermiliar-miliar? Gedung gereja yang mengikuti perkembangan zaman?
Hal-hal tersebut bukan satu-satunya untuk menentukan keberhasilan suatu gereja. Entah gereja Anda dipenuhi orang banyak  ataupun hanya dihadiri oleh puluhan atau ratusan orang. Jumlah bukan semata-mata yang digunakan Allah untuk sebuah ‘keberhasilan.’ Dia juga melihat pada ‘hati gereja.’ Yaitu hati para pelayan dan jemaatNya.

Rasul Paulus mendirikan sebuah gereja yang penting di Tesalonika, ibukota Makedonia. Ia menunjukkan hasratnya terhadap anggota gereja di sana ketika ia menulis, “Kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang…. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus” (1 Tesalonika 3:12,13). Dengan kata-kata ini, Paulus menunjukkan kepada kita dua karakterisik yang penting bagi keberhasilan jemaat, yaitu mengasihi satu sama lain dan kekudusan.

Jemaat, gedung gereja, serta keuangan bisa berbeda-beda keadaannya. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya ditunjukkan oleh adanya para pengikut Kristus yang mengasihi Allah serta sesamanya, dan berkomitmen untuk hidup kudus. Tantangan bagi kita dapat ditemukan dalam kata-kata Nabi Mikha, “Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” (6:8) –[chk/rhb]

DALAM KEADAAN APAPUN MILIKILAH HATI YANG PENUH KASIH

Comments are closed.