they all love a thick rod.www.xxx-porn.center
Comments are off for this post

Hati-hati Ketika Di Puncak

“Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu…” (Kisah 14:14).

Puncak kekuatan gereja terlihat pada masa gereja mula-mula. Mukjizat “diobral” secara luar biasa. Di mana-mana rasul melakukan perkara yang hebat. Setiap kritikus terbungkam mulutnya dan mereka tidak mempunyai alasan untuk membendung sepak terjang mereka. Tidak terkecuali Paulus dan Silas yang menikmati masa keemasan tersebut. Sampai-sampai mereka hendak disembah oleh penduduk Listra, karena setelah mukjizat kesembuhan itu, Paulus dan Silas disangka para dewa yang turun ke bumi. Dan penduduk di sana bersiap-siap untuk melakukan penyembahan. Wow, sebuah kesempatan untuk mempromosikan diri! Sebuah kesempatan untuk mencicipi nikmatnya penyembahan! Tetapi mereka justru mengoyakkan diri dan menolak berbagai bentuk penyembahan selain kepada Allah sendiri.

Pada masa puncak, adalah rawan sekali untuk mengalami kejatuhan.
Ingat, kejatuhan Daud terjadi bukan pada saat ia ada di dalam pelarian, yaitu ketika ia sangat menderita, tertekan, dan tertindas. Di pelarian itulah Daud begitu dekat dengan Tuhannya. Daud jatuh justru pada waktu ia sudah menjadi kuat. Ia lengah. Ia tidak berjaga-jaga. Ia mengambil istri prajuritnya yang setia, Betsyeba, dan membunuh suaminya.

Salomo jatuh juga ketika ia berada pada puncak kejayaannya.
Hal ini juga dialami oleh Simson. Di puncak kejayaannya Simson sembrono sehingga ia jatuh dan merelakan kekuatannya dilucuti.
Ternyata pada waktu kita terhormat, kelimpahan, sukses, kelimpahan dan merasa kuat kita tergoda untuk tidak sepenuh bergantung kepadaTuhan.

Inilah yang terjadi atas Daud ketika ia berusaha menghitung jumlah rakyatnya (1Taw 21:1-3). Usaha mengitung rakyatnya adalah indikasi dimana Daud lupa diri. Ia lupa bahwa segala keberhasilannya adalah karena Tuhan. Jika Tuhan yang menentukan suksesnya seharusnya Daud tetap bergantung kepada Tuhan. Bukan kepada jumlah keretanya. Bukan pula karena cakap tentaranya. Tetapi karena Tuhan yang memberikan Daud kemenangan. (hi/rhb)

Orang yang semakin tinggi, jatuhnya semakin sakit. Waspadalah!

 

Comments are closed.