Comments are off for this post

Jangan Menjauh

Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu” (Matius 26:58).

Petrus menghadapi situasi yang serbah salah. Mau mendekati Yesus yang sedang ditangkap, takut dengan para pengawal. Mau meninggalkan Yesus, malu dengan teman-temannya. Karena situasi yang serba tanggung ini, akhirnya Petrus memilih langkah “aman” – mengikuti Kristus dari jauh.

Apa yang dianggap “aman” ini justru merupakan kesalahan besar. Sebab tak lama setelah itu, Petrus menyangkali Kristus hingga 3 kali.

Roh Kudus menyingkapkan arti secara rohani, bahwa mengikut Kristus dari jauh itu berarti tidak bersekutu secara akrab dengan Tuhan. Ke gereja asal-asalan, latihan paduan suara asal-asalan, berdoa asal-asalan, dan apa saja yang mereka lakukan untuk Tuhan mereka lakukan dengan asal-asalan. Tidak ada lagi kegairahan rohani. Orang seperti ini rentan terhadap kemurtadan dan dosa. Ia selalu mengambil keuntungan dalam situasi yang pelik demi keuntungan pribadi. Misalnya, ia rela menyangkali Kritus asal itu menguntungkan dia. Atau bila aniaya tiba, dengan cepat ia berpihak pada oposisi.

Bila jadi pengikut Kristus, janganlah tanggung-tanggung! Ikuti Dia dengan sungguh-sungguh, sebab bila tidak demikian kita tidak akan tahan menghadapi kesulitan dan kesukaran. Kenyataannya, kualitas anak-anak Tuhan itu berbeda-beda. Ada yang berkualitas pinggir jalan, tanah berbatu, tanah semak duri, atau tanah yang subur. Anda berada pada kualitas yang mana?

Manusia yang mengikut Tuhan dengan dekat akan memancarkan kemuliaan Allah. Musa adalah contohnya. Selama 40 hari berada dalam hadirat Allah yang kuat, wajah Musa bercahaya (Kel. 34:35). Saya yakin bahwa yang berubah bukan hanya wajah Musa, tetapi juga seluruh aspek kehidupannya. Karena Musa semakin mengenal Allahnya dan Musa semakin menjadi satu dengan Allah.

Kita juga harus sama seperti Musa, yang senantiasa berada dalam hadirat Tuhan. Berada dalam hadirat Tuhan tidak hanya pada saat kita di gereja atau saat kita berdoa. Kita bisa menikmati hadirat Tuhan di mana saja: di kantor, di rumah, di jalan, atau saat kita beraktivitas pun kita dapat menkimati hadirat Tuhan. Bagaimana caranya? Ajak Tuhan bercakap-cakap! Mudah bukan? Apa yang perlu dipercakapkan? Bila Anda telah dibaptis dalam Roh Kudus, Anda bisa berbicara dalam bahasa Roh. Tapi ingat, berbicara dalam bahasa ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, artinya jiwa dan tubuh kita juga harus dalam kondisi yang harmoni. Sebab banyak orang Kristen berdoa dalam Roh tapi hati dan pikirannya mengembara. Bila berdoa dalam Roh, ya lakukan dengan sungguh-sungguh, seperti Anda sedang bercakap-cakap saling tatap muka dengan Tuhan.[rhb]

Mau ikut Tuhan lebih dekat atau melihat dari jauh.Tuhan pernag berfirman, “Mendekatlah kepadaKu, maka aku kan mendekat kepadaMU!”

Comments are closed.