No comments yet

Jangan Tertidur, Mari Bekerja Keras

BETHANY.OR.ID-Perumpamaan tentang ilalang  di antara gandum, bukanlah perumpamaan yang asing bagi kita. Perumpamaan tersebut tidak hanya berbicara tentang gandum dan ilalang. Firman Allah dalam Mat 13:25 berkata ,”Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah  musuhnya menaburkan benih ilalang di antara gandum itu, lalu pergi.” Firman Tuhan itu memberitahu kita, bahwa musuh akan datang di saat semua orang tidur. Alkitab mencatat contoh-contoh orang yang tidur, yaitu:

Dalam Yunus (Yunus 1:5-6), Alkitab menuliskan, bahwa Tuhan memberikan perintah kepada Yunus, agar pergi ke Niniwe guna memberitakan Injil. Akan tetapi, Yunus melarikan diri dari panggilan Tuhan. Dalam pelariannya, dia  naik kapal ke Tarsis. Kemudian ketika badai menerpa, menjadikan semua yang ada di kapal tersebut  menjadi sangat ketakutan. Tetapi Yunus sedang tidur nyenyak di ruang kapal yang paling bawah.

Peristiwa itu mengingatkan kita, bahwa sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan dan menjadi milik Tuhan, seringkali kita enggan dan tidak mau mengerjakan apa yang diperintahkan Tuhan untuk menyampaikan kabar baik. Seringkali dalam beberapa peristiwa,  sikap kita seperti sikap Yunus. Yakni memilih lari dari panggilan Tuhan dan bahkan tidur, karena berpikir, kalau tugas tersebut “bukan tugas saya”, akan tetapi adalah “tugas pendeta”. Memberitakan kabar baik dan membawa orang lebih intim lagi dengan Tuhan, adalah bagian yang diperintahkan Tuhan kepada kita semua untuk dikerjakan.

Akibat dari ketidaksetiaan Yunus terhadap panggilan Tuhan, semua orang yang ada di dalam kapal itu mendapatkan kesusahan.

Begitu juga dalam kehidupan bagi orang-percaya. Bila ingin seluruh keluarga kita  dalam keadaan baik, mari kita  tunduk pada perintah Tuhan, sehingga kehadiran kita menjadi pembawa berkat. Bukannya membawa kutuk. Orang yang kehadirannya membawa berkat, adalah orang yang mengerjakan perintah Tuhan. Bukan orang-orang yang tidur dan menutup mulutnya untuk kebenaran.

Di dalam Murid-murid Yesus (Markus 14:32-37), dikisahkan tentang peristiwa di saat Yesus akan dihadapkan pada  penderitaan. Sebagai orang yang selalu bersama-sama dengan Yesus, seharusnya murid-muridnya memberikan simpati kepada Yesus. Tetapi dalam Mark 14:37 dinyatakan: ”Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus:”Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga  satu jam?”
Firman Tuhan menasehatkan kepada kita, mari menjaga hidup kita, supaya Tuhan berkenan tinggal di dalam diri kita. Tanpa menjaga hidup sesuai dengan perintah dan kehendak Tuhan, maka kita tidak bisa menjadi alat untuk kemuliaan Tuhan. Bagaimana cara Tuhan mau tinggal di dalam diri kita? Tidak ada cara  lain, selain terus-menerus harus menyalakan roh doa dalam kehidupan kita.

Firman Tuhan dalam Hakim-Hakim 2:19 berkata ,”Tetapi apabila hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat dari nenek moyang mereka, dengan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya; dalam hal apa pun mereka tidak berhenti dengan perbuatan dan kelakuan mereka yang tegar itu.”
Pada waktu kejadian tersebut, Simson sedang tidur nyenyak karena terlena di pangkuan Delila. Kesenangan dan kenikmatan yang dilakukan Simson tersebut pada akhirnya  menjerumuskan dirinya sendiri.
Banyak anak-anak Tuhan yang mempunyai kesenangan dan hobi, sehingga dapat saja membuat mereka rela melakukan apa saja demi  kesenangan dan hobinya. Akhirnya, roh yang ada di dalam diri mereka juga menjadi tertidur karena dipadamkan oleh gaya hidup duniawi. Sebagai anak-anak Tuhan, seharusnya setiap waktu  kita peduli terhadap pertumbuhan rohani kita. Apabila sebagai orang tua, hendaklah kita peduli terhadap pertumbuhan rohani anak-anak kita.

Pernyataan “…jangan kita tidur seperti orang-orang lain…” (I Tes 5:6-8) yang apabila dikaitkan dengan
Firman Tuhan yang menasehatkan, agar kita selalu terjaga dan tetap sadar. Dalam menjalani hidup ini, harus selalu disertai iman dan kasih kepada Tuhan. Setiap saat kita harus terus dan berharap kepada Tuhan. Berjuanglah untuk selalu menjadi berada dalam ‘terang’, sekalipun kita hidup di tengah-tengah  kegelapan. Akan tetapi tidak tertutup  kemungkinan, bahwa pada suatu kali saat kita menjadi lengah. Oleh sebab itulah, setiap saat kita harus membangun hubungan intim dengan Tuhan.

Apa yang diungkapkan Tidur yang mendatangkan kemiskinan (Amsal 24:30-34),  untuk mengingatkan, bahwa banyak orang bermalas-malasan dan tidak melakukan apapun pekerjaan Tuhan. Sebagai anak-anak Tuhan, marilah kita melibatkan diri untuk melayani Tuhan. Segala sesuatu yang dikerjakan atas nama Tuhan, di manapun juga kita melakukannya, baik bagi keluarga, gereja ataupun kepada orang lain yang mungkin saja  tidak kita kenal, pasti diberkati Tuhan. Sebab, Tuhan selalu menyaksikan perbuatan-perbuatan baik kita.

Firman Tuhan dalam I Ptr 1:13 mengajarkan, agar kita  menyiapkan akal budi kita, dan berharap sepenuhnya kepada anugerah yang akan diberikan kepada kita pada saat Yesus Kristus menyatakan diriNya kelak. Sebab, kesudahan dari segala sesuatu itu sudah dekat. Karenanya, kuasailah dirimu dan waspadalah, supaya kamu dapat berdoa (I Ptr 4:7).  Firman Tuhan dalam I Ptr 5:8-9 juga memberikan nasehat, agar kita tetap sadar dan terus terjaga dan berjaga-jaga.

Kiranya kebenaran itu menguatkan kita, sehingga kita berkenan dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, dan semakin hari kita semakin serupa dengan Dia. (sgbi)

Post a comment