Comments are off for this post

JASMANI DAN ROHANI?

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kolose 3:23)

Masih banyak orang menganggap, bahwa makan, minum, tidur, piknik dan bekerja sebagai contoh kegiatan jasmani. Adapun berdoa, membaca Alkitab, beribadah di gereja, mengikuti persekutuan, memberikan persembahan, dan melayani di gereja termasuk kegiatan rohani.

Pertanyannya, sungguhkah berdoa merupakan tindakan rohani, jika hanya menuntut Tuhan senantiasa mengabulkan permohonan kita? Sungguhkah kita memuliakan Tuhan melalui persembahan jika motivasi kita adalah memegang kendali dan mencari sanjung puji? Sungguhkah membaca Alkitab berguna bagi pertumbuhan rohani jika dibaca sambil lalu, sekadar rutinitas, tanpa berusaha menyatakan kebenaran ajarannya dalam tingkah laku? Namun, tidakkah melalui pekerjaan kita nama Tuhan dimuliakan jika kita bekerja dengan jujur, tulus, ulet dan penuh rasa tanggung jawab?

Bagi sebagian orang, jasmani dan rohani sering diibaratkan sebagai dua sisi mata uang yang bertolak belakang. Di dalam gereja mereka menunjukkan kesalehan, tetapi di luar gereja mereka merasa bebas berlaku sesuka hati. Anggapnya, selama keduanya berjalan dengan seimbang, jaminan keselamatan dari Tuhan tetap dalam genggaman.
Paulus mengingatkan jemaat Kolose, supaya spiritualitas Kristen selalu nampak dalam setiap aktivitas sehari-hari, termasuk pada saat melakukan kegiatan yang bersifat jasmaniah. Sekalipun bersifat jasmani, tetap harus dijiwai secara rohani. Semua pekerjaan dan aktivitas orang percaya harus menjadi pelayanan yang berkenan bagi Tuhan.[rhb]

Lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan kemulianNya