Comments are off for this post

Kalahkan Nafsu Jahat

“Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.”
(Yudas 1:20)

Apakah manusia lama bisa lenyap seiring dengan pertobatan kita? Kalau memang lenyap seluruhnya, maka keadaan sekitar berubah. Setiap hal yang masuk ke dalam memori otak manusia, sesungguhnya tidak bisa hilang begitu saja. Itu bisa menjelaskan, mengapa seorang penzinah yang bertobat, lalu kembali jatuh ke dalam dosa yang sama. Atau seorang maling yang kembali melakukan kejahatan yang sama, bahkan dengan kualitas kejahatan yang lebih parahi. Atau seorang yang lepas dari  narkoba, kembali mengulangi perbuatannya.

Sebuah tempat seperti lembaga pemasyarakatan pun belum tentu bisa membuat orang bertobat dan meninggalkan “manusia lamanya”. Bisa jadi justru dibalik penjara membuatnya menjadi semakin sempurna di dalam kejahatan. Karena disitu ada diantara mereka yang  belajar dari banyak pelaku kejahatan lainnya.

Jadi, bagaimana caranya melawan kedagingan? Tidak ada cara lain, orang Kristen harus  senantiasa bersekutu dengan Tuhan di dalam doa. Sebab godaan itu datangnya setiap saat. Orang  yang pernah memiliki track record suatu kejahatan atau perbuatan dosa, rentan untuk kembali pada kesalahan yang sama suatu saat nanti. Doa membuat Roh Kudus memampukan kita mengalahkan setiap perbuatan daging.Tuhan Yesus pernah mengingatkan muridNya, berjaga-jagalah dan berdoalah, roh memang penurut tetapi daging itu lemah. [nts/rhb]

Hanya doa dan kemauan keras yang dapat mengalahkan kedagingan.