No comments yet

Kasihi Diri Sendiri

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” (1 Korintus 6:19)

Ada sebuah acara televisi di Amerika Serikat yang dikenal dengan “Fear Factor.” Acara itu  adalah sebuah permainan yang digagas oleh Endemol Belanda, dan pertama kali disiarkan pada 11 Juni 2001. Dalam tayangan itu ditunjukkan berbagai tantangan yang memacu adrenalin baik peserta maupun penontonnya. Tak sekedar menguji keberanian menghadapi ketinggian, tantangan melahap usus sapi mentah, makan cacing atau kecoak pun harus mereka hadapi. Ada yang berani menghadapinya, namun  ada juga mengundurkan diri karena takut atau jijik.

Setiap orang memang memiliki “rasa takut.” Ada yang takut kegelapan, takut gagal atau takut ditinggalkan orang yang dicintainya. Lalu mana yang lebih menakutkan, hidup itu sendiri atau kematian? Beberapa orang lebih takut menghadapi hidup, sehingga mereka memilih mengakhiri hidupnya dengan meneguk racun  nyamuk rasa “jeruk.”

Namun sebagai orang Kristen, kita harus menyadari, bahwa tubuh kita adalah bait Roh kudus. Itu artinya kita harus “mengasihi” diri sendiri. Kita memiliki kewajiban untuk menjaga dan merawat tubuh yang sudah diberikan Tuhan dengan sebaik-baiknya.

“Mengasihi” diri sendiri itu dapat berarti hidup dalam ketaatan kepada Tuhan, dan juga memelihara “keselamatan” yang dianugerahkanNya. Kita itu milik Tuhan, mengapa harus takut menghadapi tantangan? Roh Kudus yang ada didalam diri kita, akan menolong, menuntun, dan memberikan kekuatan serta kesanggupan dalam menghadapi persoalan. [ssn]

Mengasihi orang lain harus dimulai dari mengasihi diri sendiri.

 

Post a comment