No comments yet

KEJAR WARISANNYA

“Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur yang berlimpah-limpah. Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu,…..”  (Kejadian 27:28,29).

Yakub adalah orang yang pada akhirnya mendapatkan berkat ayahnya, padahal sesungguhnya Esau-lah yang berhak sebab ia anak sulung. Masalah ini terjadi karena jauh-jauh hari, pernah ada perjanjian antara Esau dan Yakub, yaitu Esau menjual hak kesulungannya kepada Yakub, sebagai gantinya Esau memakan masakan Yakub  (Kej. 25: 29-32). Saat itu tidak terpikir oleh Esau betapa pentingnya  hak kesulungan itu,- ia meremehkan hak kesulungan, katanya: “sebentar lagi aku akan mati, apakah gunanya  bagiku hak kesulungan itu?” Namun ketika sadar bahwa ia tidak mempunyai hak atas berkat ayahnya,  ia meraung-raung, menangis dengan sangat keras dan pedih hatinya, kemudian ia berkata kepada ayahnya: “Berkatilah aku ini juga ya bapa!” (Kej. 27:34-38).

Esau sudah terlambat, ia salah bertindak, ia bukannya mempertahankan hak kesulungannya melainkan mengejar sop merah yang dimasak oleh Yakub.  Esau berpikir pendek, menikmati kenikmatan yang sifatnya hanya sesaat saja,  tetapi Yakub berhikmat,  ia mendapatkan hak kesulungan, karena ia mengejar hak itu.

Ada beberapa orang Kristen hanya karena harta, hanya karena jabatan, hanya karena jodoh mulai meninggalkan imannya. Dalam kasus ini orang Kristen terjebak ke dalam kenikmatan sesaat, yaitu menikmati kenikmatan dunia yang bisa dinikmati selama masih hidup di dunia ini saja, padahal umur manusia itu seperti uap, baru saja kelihatan kemudian lenyap.  Di dalam Injil Yohanes kita telah diteguhkan sebagai “anak-anak Allah,” yaitu mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus (Yoh.1:12).

Sebagai orang percaya, kita dipastikan menerima warisan dari pada-Nya. Namun sayangnya, masih banyak yang   mengabaikan warisan Allah dan mengejar warisan duniawi. Bahkan karena tergiur dengan benda-benda duniawi, beberapa orang mulai meninggalkan warisan Allah. Banyak orang berlomba-lomba untuk mengejar warisan duniawi tetapi sedikit orang yang mengejar warisan sorgawi.

Firman Tuhan mengingatkan kita untuk mengejar warisan sorgawi yaitu warisan dari Allah yang disediakan Allah untuk kita.  Kerjakanlah  keselamatan, sebab hal ini sangat penting dan sangat  berharga. Kejarlah kasih-Nya, dan usahan dirimu memperoleh karunia-karunia Roh (I Kor 14:1), kejarlah yang mendatangkan damai sejahtera dan kejarlah kekudusan(Rm 14:19, Ibr.12:14). Jika semua kita kerjakan maka berkat-berkat-Nya dilimpahkan, sebab Ia adalah Allah yang memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya                    (Fil. 4:19). [aw/16]

 

Post a comment