Comments are off for this post

KERINDUAN ALLAH

“Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya” (Mazmur 148:14)!

Bangsa Israel adalah bangsa pilihan Allah yang sangat dikasihi dan dipelihara oleh Allah. Meskipun seringkali mereka melawan Allah dan melakukan hal-hal yang jahat di mata-Nya, namun Ia tetap setia menuntun mereka dengan tiang awan dan tiang api serta memelihara mereka dengan penuh kasih sayang.

Pemazmur berkata bahwa orang Israel adalah umat yang dekat dengan Allah. Dan memang adalah kerinduan Allah untuk selalu dekat dengan umat-Nya. Ikuti cerita berikut ini supaya kita semakin menyadari betapa Allah selalu merindukan untuk dekat dengan umat-Nya.

Suatu hari Ben Jochai, seorang guru Sekolah Teologia, sedang mengajar sekumpulan mahasiswa tentang mujizat Allah atas bangsa Israel di padang gurun, ketika Allah memelihara bangsa ini dengan menurunkan manna, roti dari sorga.

Salah seorang mahasiswa bertanya, “Mengapa Tuhan tidak menurunkan manna sekaligus untuk “stok” bangsa Israel selama di perjalanan sampai ke tanah perjanjian? Bukankah sangat merepotkan jika Tuhan harus menyiapkan manna dan menurunkannya setiap hari?”
Ben Jochai menjawab, “Pertanyaan itu saya jawab dengan perumpamaan berikut ini. Ada seorang ayah mempunyai seorang anak laki-laki yang bersekolah di kota lain. Biasanya ayah ini selalu memberikan uang untuk biaya hidup anaknya selama satu tahun. Maka setiap satu tahun sekali pada waktu yang sama, anaknya akan datang menjumpainya untuk mengambil jatah itu.

Setelah berlangsung beberapa lama, sang ayah mulai menyadari bahwa ia hanya dapat bertemu dengan anaknya setahun sekali saja, karena anaknya tidak pernah mengunjunginya kecuali untuk keperluan itu. Dan memang anaknya juga tidak membutuhkan ayahnya lagi, karena apa yang diperolehnya sudah cukup untuk biaya hidupnya selama satu tahun. Menyadari hal ini sang ayah menjadi sedih, karena sebenarnya ia merindukan untuk dapat bertemu dengan anaknya lebih sering lagi.

Akhirnya ia membuat rencana baru. Ia memutuskan untuk memberikan uang kepada anaknya yang cukup untuk jatah satu hari saja – dengan harapan anaknya akan datang mengunjunginya setiap hari. Berarti pula, ia akan dapat bertemu anaknya setiap hari. Dan sejak saat itu, setiap hari ia dapat berjumpa dan berbicara langsung dengan anaknya.”[rhb]

Allah rindu bercakap-cakap dengan kita melebihi kerinduan kita kepada-Nya.

 

Comments are closed.