No comments yet

Kerinduan Tuhan

“Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.” (Lukas 15:20)

 

AIR MATANYA menetes, tatkala bocah yang didekatinya justru menjauhinya. Sebenarnya Ayah dan anak itu tergolong belum lama berpisah, sebab baru dua minggu mereka tak bertemu. Karena suatu tugas yang harus diemban, Sang Ayah terpaksa menitipkan sang bocah pada neneknya. Namun bocah dua tahun itu, sepertinya benar-benar lupa dengan sang Ayah.

Sewaktu sang ayah berusaha memelukya, anak itu berusaha menghindarinya. Tetapi, Pak Ranu ayah bocah itu berusaha mendekat dan memperkenalkan diri, bahwa dia itu ayahnya. Berbagai cara dipakai untuk membujuk bocah itu. Hingga akhirnya sang bocah itu mau dipeluknya, dan dengan spontan sang ayah langsung menggendong dan memegangnya erat-erat seolah tak mau lagi dipisahkan dengan anak yang dikasihinya. Demikian pengakuan Pak Ranu saat kami berbincang di ruang tamunya beberapa waktu lalu.

Kisah nyata itu memang berbeda dengan perumpamaan yang disampaikan Tuhan Yesus, tetapi memiliki suatu kesamaan, yaitu mengisahkan kerinduan seorang ayah kepada anaknya. Tuhan pun bersikap lebih dari itu kepada kita. Dia sangat mengasihi dan merindukan kita. NyawaNya menjadi taruhan agar Dia bisa bersama-sama dengan kita. Tahukah Anda, saat kita sudah dalam pelukanNya, maka Dia akan menggendong kita dan memeluknya erat-erat dan tak mau lagi berpisah dengan kita. Anda dan Saya sangat dicintaiNya, mari balas kasihNya dengan penyembahan dan ucapan syukur. [wic]

 

Kerinduan Tuhan melebihi kerinduan ayah pada anaknya.

 

Post a comment