No comments yet

Kerjasama STT Bethany dan UGM Untuk Pekerti dan AA

KALEIDOSKOP,BETHANY.OR.ID-Guna meningkatkan persyaratan menjadi dosen STT Bethany, maka selama 4 hari Perguruan Tinggi tersebut mengadakan kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (Jogjakarta) untuk mengadakan  “Lokakarya dan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) dan Invasi Pembelajaran Aktif (AA)”. Acara yang diselenggarakan pada  3 hingga 6 September 2012 itu berlangsung dari pk. 08.00 – 17.00 WIB di kampus STT Bethany Surabaya.

suasana stt bethany dan UGMLokakarya itu bukan hanya diikuti oleh sembilan dosen STT Bethany, tetapi juga diikuti oleh para dosen STT di dalam maupun luar kota Surabaya yang berjumlah 38 orang dosen, yakni dari institusi lain, seperti STAK Anak Bangsa, STT Happy Family, STTBS Samarinda, STII Surabaya, STT Bethel Samarinda dan EICS.

Selaku pembicara atau nara sumbernya berasal dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, di antaranya Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc. (UGM Faculty of Agriculture), Dr. Ir. Edia Rahayuningsih, MS.(Secretary of Center of Innovation in Higher Education, Dosen Teknik Kimia UGM dan Direktur Gama Indigo), dan Dr. R.A. Antari Inaka Turingsih,S.H., M.Hum (UGM Faculty of Law).

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan apresiasi tentang paradigma baru pendidikan tinggi bagi pengelola dan pelaku pengembangan pendidikan tinggi, memberikan inspirasi tentang pergeseran paradigma pendidikan tinggi, bertukar pikiran dan berbagi (sharing) pengalaman tentang pembelajaran bagi orang dewasa (androgogi), dan mengimplementasikan konsep AA/PEKERTI+ atau pendidikan berbasis kompetensi dalam paradigma baru pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa.

Sasarannya adalah menjadikan para dosen dapat mengetahui hubungan antara kompetensi lulusan, kurikulum, dan learning outcome suatu mata ajaran, agar para dosen itu dapat memiliki keterampilan dalam menyusun Rancangan Program Pembelajaran (RPP) mata ajaran yang diampu, agar dapat memiliki keterampilan dalam penyusunan Bahan Ajar (Buku Ajar) yang mendukung proses pembelajaran, agar dapat memiliki keterampilan sebagai fasilitator dalam pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning), dan dapat meningkatkan mutu pembelajaran, sehingga dapat menghasilkan lulusan (keluaran) yang cerdas dan kompetitif.                                   (sumber:tabloidbethany.ed.189/lusi/aw/as/sdbi)

Post a comment