No comments yet

Kerukunan Membawa Berkat

“…..Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun …Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya” (Mazmur 133:1, 3).

Setiap orang percaya tentu ingin memiliki hidup yang berkelimpahan dengan berkat Allah, lebih-lebih di tengah krismon seperti saat ini. Bagaimana cara memperoleh berkat Allah tersebut?

Pemazmur memberikan salah satu kunci untuk membuka rahasia hidup yang diberkati Allah. Mazmur 133 dengan jelas mengatakan, “…apabila saudara-saudara diam bersama dengan RUKUN!” maka “… ke sanalah Tuhan memerintahkan BERKAT kehidupan untuk selama-lamanya” (ayat 1, 3). Hidup rukun adalah hidup yang berdamai dengan orang tua, suami, istri, mertua, menantu, saudara, teman, tetangga, bahkan dengan orang-orang yang ada di sekeliling Anda, kenal maupun tidak.

Firman Tuhan memerintahkan dengan tegas agar kita berdamai dengan semua orang, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, HIDUPLAH DALAM PERDAMAIAN dengan semua orang” (Rm.12: 18)!

Ketika terjadi perkelahian antara gembala Abram (Abraham) dengan gembala Lot, karena saling memperebutkan wilayah padang rumput, Abram mengalah dan mempersilakan Lot untuk memilih lebih dahulu daerah yang disukainya (Kej.13). Walaupun Abraham memperoleh “sisa” dari Lot, namun hidupnya jauh lebih diberkati daripada Lot.
Ketika para gembala Ishak bertengkar dengan para gembala Gerar, karena saling berebut sumur (Kej. 26:20) (padahal hamba-hamba Ishaklah yang menggali sumur itu), namun apa yang dilakukan Ishak? Ia mengalah! Diberikannya sumur itu kepada lawannya, sedangkan ia sendiri rela bersusah payah menggali lagi sumur yang baru. Hal itu berulang untuk kedua kalinya. Dan Ishak tetap mengalah. Ayat 24 berkata bahwa Tuhan menurunkan berkat atas hidupnya.

Demikian pula dengan Yusuf. Ia dijual oleh saudara-saudaranya, difitnah oleh istri majikannya, dan dijebloskan ke penjara oleh Potifar, tapi ia mengalah dan akhirnya duduk sebagai penguasa tertinggi kedua atas Mesir setelah Raja Firaun (Kej. 39-41).
Raja yang diberi hikmat luar biasa oleh Tuhan, Salomo, memberikan suatu kunci untuk mendapatkan kerukunan, “…undurlah sebelum perbantahan mulai” (Ams.17:14). Undur sebelum terjadi pertikaian adalah tindakan preventif yang bijaksana untuk menghindari pertikaian.
Kerukunan juga merupakan kunci sukses gereja mula-mula. Karena itulah kuasa dan mujizat Allah dinyatakan dengan luar biasa, mereka disukai semua orang, dan Tuhan menambahkan jiwa-jiwa baru bagi mereka setiap hari (Kis.2:41-47).[rhb]

Mengalah adalah strategi untuk mencapai kemenangan.

 

Comments are closed.