No comments yet

KESEDERHANAAN

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,…” (Filipi2:5)

Ingvar Kamprad (Swedia) berhasil membangun usaha farnitur yang  merevolusi desain interior dunia. Hampir semua orang di dunia pernah mendengar  tentang “IKEA,” sebuah  ‘merk’ mebel  yang dibangunnya. Walau tercatat sebagai orang  terkaya kelima di dunia, ia tak hidup mewah. Ia justru tinggal di sebuah bungalow sederhana, makan bakso yang dijual di kafe tokonya, dan berbelanja di pasar lokal.

Ia bahkan lebih memilih terbang dengan pesawat kelas ekonomi, meskipun bisa saja membeli jet pribadi. Ia  memang terkenal berhati-hati dengan uang.
Mantan asistennya, Johan Stenebo dalam sebuah buku menyatakan, “Dia ingin menampilkan diri seperti rakyat biasa, salah satu dari kita.”

Apa yang dilakukan Ingvar (90 tahun), mungkin bisa menjadi sebuah inspirasi pentingnya hidup sederhana. Tetapi jauh sebelum itu, Tuhan Yesus telah memberikan teladan. Saat turun ke dunia, Dia hidup sederhana.  Dilahirkan ditengah-tengah keluarga yang sederhana, dengan rumah sederhana. Jusuf seorang tukang kayu biasa. Sehingga orang-oarang pada masa itu mengenal Tuhan Yesus sebagai  anak tukang kayu.

Ini bukan suatu kebetulan, tetapi Tuhan Yesus memang mengajarkan ‘sebuah kesederhanaan.’ Hal ini   penting untuk dipahami oleh setiap Kristen. Agar kita tak terikat oleh harta benda yang ada di dunia ini. Kaya itu boleh, diberkati melimpah, itu kasih karunia. Tetapi hendaklah kesemuanya itu janganlah membuat Kristen menjadi gila harta dan hormat.  Janganlah harta dan kekayaan menjadi penghalang untuk kita menjadi saksinya. tetapi baiklah hal itu kita pakai untuk menunjang pekerjaan Tuhan.

Mari kita hargai kasih karunia yang tlah dilimpahkanNya kepada kita dengan hidup yang memuliakan nama Tuhan. Gaya hidup hidup sederhana merupakan salah satu caranya, sebab dari sinilah kita bisa menjadi saksi Kristus ditengah-tengah dunia yang serba wah. [aw/16]

Post a comment