No comments yet

Hidup Sesuai AturanNYa

“maka TUHAN akan mendatangkan tulah besar……dan engkau sendiri akan menderita penyakit yang dahsyat…..” (2 Tawarikh 21:14, 15).

AWAL petaka yang dialami raja Yoram adalah ketika ia mengambil Atalya, anak Ahab, raja Israel yang jatuh ke dalam penyembahan berhala (peringatan bagi orang percaya bila hendak memilih istri / suami yang belum bertobat). Isterinya ini pula yang punya andil besar dalam setiap aspek kehidupan raja Yoram.

Karakternya yang buruk sudah mulai nampak ketika ia membunuh enam saudara kandungnya sendiri dengan kejam. Tak hanya itu,  ia beserta dengan rakyat Yehuda yang dibujuknya – jatuh ke dalam penyembahan berhala. Allah murka! Ia-pun menulahi Yoram beserta dengan rakyat dan keluarganya. Lebih parah lagi, Yoram mengidap penyakit yang dahsyat, suatu penyakit usus, yang bila mencapai puncaknya akan terburai keluar (mungkin disentri tingkat akut).

Banyak orang akan mengajukan pertanyaan sama bila mereka menjumpai Allah sedang menjalankan keadilan-Nya. Mengapa Allah yang penuh kasih seolah-olah  bertindak “kejam” kepada manusia?

Untuk memahami hal tersebut, kita mesti mengerti ‘perjanjian’ antara Allah dengan umat-Nya. Dalam kitab Ulangan 28:1-46, Allah memberikan pilihan kepada bangsa Israel untuk memilih berkat atau kutuk, lengkap dengan segala  akibat-akibatnya. Salah satu akibat jika tidak taat adalah sakit dan penyakit!  Bila seseorang berbuat dosa, tentu mengintip ‘kutuk’ dan akan menghampirinya. Hal itu dialami  Yoram, ia harus mendapat kutuk – yaitu penyakit usus itu.

Suatu hari Yesus bertemu dengan orang sakit (Alkitab tidak menjelaskan dengan detail penyakitnya yang menyebabkan kelumpuhannya itu) di tepi kolam Betesda. Selama 38 tahun ia menderita sakit. Ia berharap mendapat mukjizat di kolam itu, namun tak pernah kesampaian, sebab banyak orang yang mendahuluinya. diluar dugaannya, Tuhan  Yesus menghampiri orang sakit itu dan menyembuhkannya.

Ada suatu perkataan Yesus yang menarik yang diucapkan-Nya kepada orang yang baru sembuh itu: “Engkau telah sembuh; JANGAN BERBUAT DOSA lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk” (Yoh.5:1-18). Yesus dengan tegas melarang ia berbuat dosa supaya penyakit yang lebih parah jangan menimpanya.

Penyakit dapat dijelaskan secara medis. Tetapi tahukah kita bahwa banyak penyakit yang tidak dapat diketahui penyebabnya? Demikian pula masih banyak penyakit yang masih belum diketahui obatnya? Mengatakan semua penyakit berasal dari dosa memang ekstrim, tetapi lebih membahayakan bila kita berkata, bahwa dosa tak bisa timbulkan sakit. Dosa bisa menjadi salah satu penyebab, orang jatuh sakit. Karena itu marilah senantiasa menjaga hati kita agar tetap kudus dihadapanNya, dengan demikian kita juga menjaga tubuh kita supaya tetap sehat. [rhb]

Jika mau hidup dalam berkat dan pemeliharaanNya, kita mesti hidup sesuai aturanNya

Post a comment