Comments are off for this post

Komunikasi Dalam Keluarga (Bagian 3-Habis)

TIPS Komukasi dalam Keluarga

Berikut di bawah ini ada sejumlah tips dan ayat-ayat pendukung yang diposting dari Articles & Lessons-Married
1. Jadilah pendengar yang baik (Amsal 18:13)
Mendengar (hearing) berbeda dengan mendengarkan (listening). Orang yang mendengar belum tentu mendengarkan tetapi orang yang mendengarkan biasanya juga mendengar. Mendengar seringkali terbatas pada mengetahui, mengidentifikasi, atau mengindikasi adanya bunyi, suara, kata, atau kalimat tetapi seorang suami atau isteri yang baik adalah orang yang dapat menangkap pesan dan maksud bahkan jauh di balik kata-kata atau kalimat yang disampaikan oleh pasangannya

2. Jadilah pemikir dan pembicara yang baik (Amsal 15:23,28, Yakobus 1:19)
Suami atau isteri yang baik akan berpikir dengan baik sebelum merespon atau menanggapi segala sesuatu. Ia akan menjaga sikap dan perkataannya jangan sampai ia berbuat dosa atau membuat orang lain menjadi berdosa karenanya dan juga tidak akan meluapkan emosi atau melampiaskan kemarahanya dengan seketika.

3. Jadilah benar dan penuh kasih (Efesus 4:15,25)
Kebenaran di dalam sikap dan perkataan juga sangat penting dalam komunikasi. Hindari dusta dan kebohongan karena itu sangat menyakitkan pasangan Anda.

4. Jangan marah sewaktu berbicara (Amsal 14:29)
Pasangan yang marah sewaktu berbicara bukan saja menjadikan dirinya tidak berwibawa tetapi juga tidak efektif di dalam berkomunikasi. Pesan, keinginan, atau maksud yang ingin disampaikan bisa terganggu akibat kemarahan tersebut.

5. Jangan mendiamkan pasangan kita dengan sengaja
Mendiamkan pasangan dengan sengaja adalah salah satu upaya mengintimidasi dengan cara yang tidak lebih baik daripada memaki-maki pasangan kita. Keduanya sama-sama jahat dan bersifat menyerang atau melukai perasaan pasangan kita.

6. Jangan berdebat (Amsal 17:9)
Berdebat adalah soal siapa menang atau kalah tetapi menyampaikan pikiran atau pendapat yang berorientasi solusi adalah hal yang sangat efektif bagi pernikahan kita.

7. Jangan sombong. Mintalah maaf jika kita bersalah (Yakobus 5:16)
Suami atau isteri yang meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan biasanya justru lebih atau semakin dikasihi oleh pasangannya. Sebaliknya jika tidak meminta maaf biasanya malah mengakibatkan akumulasi kesalahan dari masa lalu.

8. Jangan cerewet atau merengek (Amsal 10:19)
Orang yang cerewet atau yang merengek bukanlah pembicara yang efektif. Sikap yang cerewet atau merengek justru seringkali menganggu pesan yang ingin disampaikan. Orang lain mungkin menjadi marah, kesal, atau panik dengan sikap semacam itu.

9. Jangan mengkritik saja tetapi membangunlah (Roma 14:13)
Orang yang mengkritik dan membangun berbeda di dalam hal motifnya. Suami atau isteri yang mengkritik saja tidak sedang bermaksud baik bagi pasangannya, sebaliknya, suami atau isteri yang baik akan tekun, sabar dan menghargai setiap kemajuan atau progress dari pasangannya.

10.Jadilah suami atau isteri yang menghargai pendapat pasangan kita (Fil 2:1-4, Ef 4:2)
Kadangkala pendapat kita berbeda dengan pasangan kita. Kadangkala salah satu pendapat dari kita atau pasangan kita mungkin lebih tepat, lebih berguna, atau lebih efektif dalam penerapannya. Tetapi mungkin juga pendapat kita akan jauh lebih baik jika mengalami sinergi atau dipadukan. Tone, volume, atau momen yang tepat atau sesuai juga sangat berpengaruh di dalam komunikasi kita. Perhatikanlah hal-hal tersebut di dalam komunikasi kita.

dr soetjipto profilArtikel ini ditulis Oleh: Pdm. Dr. Soetjipto, SpKJ (Diaken Gereja Bethany Nginden)
Dinas: Poliklinik Rumatan Metadon, Departemen Psikiatri, RSUD Dr. Soetomo/FK UNAIR. Praktek sehari-hari di Barukh Utara XIV NO 86 Surabaya