Comments are off for this post

Langkah Demi Langkah

“Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi” (Kisah 8:26).

TUHAN menciptakan kita pasti ada tujuannya. Namun setiap dari kita memiliki tugas masing-masing yang unik dan tidak sama  satu dengan lainnya. Dan tugas itu  bersifat progresif. Ini berarti ada instruksi langkah demi langkah, dan tahap demi tahap.

Nabi Yesaya berkata, “Maka mereka akan mendengarkan firman TUHAN yang begini: “Harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini tambah itu” (Yesaya 28:13).

Alkitab juga mencatat tentang Filipus, ia pernah menerima perintah Tuhan, “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza” (Kisah 8:26).

Filipus berangkat tanpa mengetahui mengapa dia harus berangkat, apa yang akan dihadapinya, dan siapa yang akan ditemuinya. Setelah Filipus berangkat, Tuhan kemudian memberi instruksi selanjutnya. Rupanya Filipus harus menemui seorang sida-sida dari Etiopia, yakni seorang pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia. Roh Kudus memberikan instruksi lebih lanjut, “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu” (ay. 29)!

Setelah Filipus berhasil membimbing orang itu percaya kepada Yesus dan dibaptiskan, dan setelah tugas itu selesai, Roh Kudus melarikan Filipus ke tempat lain (Asdod) untuk suatu tugas lain.

Mengapa Tuhan memberikan instruksi kepada kita sedikit demi sedikit, tahap demi tahap seperti yang Ia berikan kepada Filipus? Mengapa Tuhan tidak memberi instruksi sekaligus? Karena Tuhan lebih mementingkan hubungan intim kita dengan-Nya daripada kesuksesan dan berkat-berkat materi yang dapat Ia berikan kepada kita. Tuhan mau kita mengandalkan Dia dalam segala hal dan dalam setiap langkah dalam kehidupan kita.

Tuhan tidak ingin kesuksesan Anda terjadi TANPA Dia. Seluruh kesuksesan yang Anda alami haruslah bersama dengan Dia dan untuk kemuliaan-Nya. Jadi jangan sampai ada orang berkata, “Oh ini semua  karena kekuatanku.”[rhb]

Kekristenan adalah ketaatan melangkah di dalam Dia.

 

Comments are closed.