they all love a thick rod.www.xxx-porn.center
Comments are off for this post

LEPAS DARI PUTUS ASA

“Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.”
(2 Korintus 1:9)

Kebanyakan orang memahami, bahwa keputusasaan dan kekecewaan sebagai hal yang sama, padahal ada sedikit perbedaan. Kekecewaan adalah respons emosional terhadap harapan yang gagal, sedangkan keputusasaan, biasanya berasal dari kekecewaan yang berkepanjangan atau kesulitan yang berkelanjutan.
Tak seorangpun dapat mengalami kesuksesan sempurna di dunia ini. Sebab tantangan dan persoalan akan selalu kita hadapi. Jatuh bangun dalam mengarungi kehidupan, menahan diri dari penderitaan, dialami semua orang. Tidak ada cara untuk menghindari semua kekecewaan dalam hidup.
Namun, kita tidak boleh menyerah pada keputusasaan. Terlebih jika kita mengenal Tuhan dengan benar. Kedau-latan-Nya atas kita dapat menghindari dan menolong kita dari rasa putus asa. Ketika dalam pemeliharaan-Nya, Dia mengizinkan kegagalan dan kekecewaan, itu adalah bagian dari rencana-Nya yang sempurna, dan Dia berjanji menggunakannya untuk kebaik-an (Rm. 8:28).
Jika kita mengandalkan kemampuan dan kekuatan ma-nusia, kita akan selalu kecewa. Satu-satunya obat yang benar untuk keputusasaan adalah menaruh harapan kita pada Tuhan. Dia dapat memberi kita keberanian untuk bertahan, tetapi kita harus bersedia untuk melihat segala sesuatu dengan iman.
Tuhan ingin kita berhasil, tetapi tidak boleh mengandalkan kemampuan diri kita sendiri. Sebaliknya, semoga kita semua menang atas keputusasaan dan kekecewaan dengan percaya dan bergantung pada-Nya. (dopus/21)

Comments are closed.