No comments yet

Libatkan Tuhan

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:5-6)

Pertengahan Agustus 2013 Presiden Venezuela Nicolas Maduro meminta polisi bertindak tegas  atas geng pencuri rambut.  Geng itu  seringkali menodongkan senjata  dan mulai memotong rambut korbannya, lalu  menjualnya ke salon-saon  untuk rambut palsu. Serangan tersebut  dilaporkan semakin meningkat, terutama di Maracaibo, kota terbesar kedua di Venezuela. Sejumlah wanita dilaporkan telah menjadi target serangan. Pihak keamanan tak menduga, muncul jenis kejahatan baru.  Hal itu suatu indikasi, bahwa di negara tersebut sedang dilanda krisis ekonomi. Mungkin itu belum seberapa jika dibanding dengan peristiwa dalam 2 Raja-Raja 6, dimana saat itu memang terjadi kelaparan hebat, sehingga  dua orang ibu tega memakan seorang bayi (ayat 28-29).  Memang karena suatu persolan  seseorang  bisa saja dibutakan hatinya dan  melakukan apa saja termasuk, memasak dan memakan anaknya sendiri.
Namun kenyataan seperti itu  mengingatkan kita, betapa perlunya melibatkan Tuhan dalam hidup ini. Sebab kesulitan itu memang akan dialami  oleh setiap orang, tanpa kecuali juga orang Kristen. Namun jangan sampai kesulitan itu membuat kita gelap mata. Tuhan itu ada dan nyata. Dia bisa lakukan mukjizat. Kalau dua ribu tahun lalu  dari dua ekor ikan dan lima ketul roti,  5000 orang kenyang. Maka hal yang sama akan terjadi pada hari-hari ini. (aw)

Libatkan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita, dan nikmati mukjizatnya

Post a comment