Comments are off for this post

Mabuk Oleh Roh

“Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis” (Kisah 2:13).

‘PENTAKOSTA’ dalam bahasa Yunaninya berasal dari kata ‘Pente’ yang artinya lima yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai ‘penta’ (jadi mestinya bukan ‘pante’). Dari kata ‘pente’ (5) itu berkembang kata ‘pentekonta’ (50), ‘pentakosioi’ (500), dan ‘pentakis-chilioi’ (5000). Dari kata ‘pentekonta’ berkembanglah kata ‘pentekoste’ yang dalam PL menunjuk pada perayaan agama Yahudi pada hari ke-50 sesudah hari pertama Paskah, hari ke-50 itu menandakan selesainya menuai jelai yang dihitung mulai dari sejak pertama kalinya menyabit gandum (Ul.16:9-10), dan pada waktu imam mengunjukkan berkas tuaian buah pertama itu ‘pada hari sesudah sabat itu’ (Im.23:11).

Dalam PB, di kalangan Kristen, pada hari perayaan ‘Pentakosta’ Yahudi, ketika para Rasul berkumpul diYerusalem terjadilah peristiwa yang dikenang sebagai hari turunnya Roh Kudus yang memenuhi pada Rasul yang disertai dengan mujizat bahwa mereka berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain (Kis.2:1-13) yang oleh rasul Petrus disebutkan sebagai penggenapan ‘pencurahan Roh Tuhan’ yang dinubuatkan oleh nabi Yoel (2:28-32). Hari Pentakosta Kristen dikenang sebagai awal terbentuknya gereja Kristen di mana Roh Kudus memenuhi umatnya dengan kuasa kesaksian dan sejak itu berkembanglah kesaksian para rasul ke mana-mana melahirkan jemaat-jemaat Kristen.

Terlepas dari kontroversial mengenai bahasa lidah sebagai tanda kepenuhan Roh Kudus, namun kita percaya bahwa ada pengalaman supranatural yang terjadi pada hari Pentakosta tersebut. Dan dampaknya menjadi luar biasa. Setiap kali murid-murid Tuhan dipenuhkan dengan Roh Kudus mereka akan menjadi seperti “dewa mabuk” alias tindakan mereka tidak dapat dipahami oleh mereka yang berada di luar gereja. Mereka yang tadinya “melempem” tiba-tiba menjadi roket yang meluncur kuat ke angkasa. Pendek kata, jangan dekat-dekat dengan orang mabuk ini, sebab mereka dengan berapi-api akan menyaksikan kasih dan kuasa Tuhan Yesus.

Kita perlu setiap saat dipenuhi dengan Roh Kudus. Kita harus selalu menyala dan “mabuk” setiap hari. Bukan mabuk oleh wiski murahan, tetapi oleh pencurahan Roh Kudus. (an/rhb)

Allah mencari para pemabuk oleh Roh Kudus untuk mengabarkan Kabar Baik itu.