Comments are off for this post

MAKIN DEWASA

Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. (Ibrani 5:12)

Dunia modern seperti saat ini umumnya dipenuhi dengan sifat manusia yang ‘tidaksabaran.’ Hal itu sebagai salah satu akibat dari kemajuan teknologi komunikasi. Maunya serba cepat. Contohnya, mau pesan makanan, meminta bantuan, dan informasi, cukup hanya dengan menekan HP atau menggunakan komputer (laptop). Ketika ada problem pada jaringan, mulailah frustrasi.
Tentu saja, tidaklah demikian dengan iman (tidak bisa instan). Tuhan tidak bisa diatur, kalaulah ada orang yang berusaha mengatur, itu berarti ia tidak hormat pada Tuhan. Kehendak Tuhan berbeda dengan kita. Namun, rencanaNya atas kita pasti tergenapi. Dia lebih tertarik pada ‘kualitas proses’ daripada hasil yang cepat.
Ketika menjadi Kristen, kita tidak secara langsung menjadi sosok yang bijak dan berpengetahuan luas. Pembelajaran dan pertumbuhan iman dimulai saat kita menerima keselamatan, lalu terus bertumbuh (ada proses) hingga kita berpulang ke Rumah Bapa.
Namun, beberapa orang percaya tampaknya tidak tumbuh sama sekali. Mereka bertambah tua, tetapi pemahaman mereka tentang Firman Tuhan tidak pernah terlalu dalam.
Tentu saja kurangnya hikmat rohani ini disebabkan oleh ketidaktahuan akan Kitab Suci, apatis dan kepuasan terhadap masalah iman, dan kegagalan untuk menerapkan kebenaran Alkitabiah. Kita tidak bisa begitu saja menjalani hidup, bereaksi tanpa berpikir terhadap situasi namun tidak pernah belajar darinya. Luangkan waktu untuk merenungkan respons kita terhadap firmanNya. Amati konsekuensi dari tindakan dan pilihan kita. Jika merasa diinsafkan oleh apa yang kita perhatikan, biarkan itu memotivasi untuk terus mengenal Tuhan dan hidup menurut jalanNya seumur hidup kita.
Mulailah membaca Alkitab secara teratur. Dan ketika kita melakukannya, mintalah Tuhan untuk membuka hati dan pikiran kita untuk memahami apa yang Dia katakan.
Berikutnya, lakukan firmanNya. Tanpa itu, yang kita miliki hanyalah pengetahuan di kepala. Ketaatan melatih kita untuk membedakan, mana yang baik dan yang jahat. Melalui latihan, kita belajar jadi bijaksana dan mengembangkan kedewasaan rohani. [dopus/19]

Comments are closed.