Comments are off for this post

Malas

“Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu...” (Yesaya 30:18)

 

DITA  sedih, ia tidak naik kelas. Sebenarnya Dita bukan anak yang bodoh. Namun dia malas. Ketika sang Guru mengajar, dia sering tidak memperhatikan. Kadang ngobrol dengan teman sebangku, melamun, atau asyik dengan smartphone kesayangannnya. Anak itu tidak konsentrasi. Hasilnya, saat ujian berlangsung, ia tidak bisa mengerjakan soal-soal dengan baik.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, kata “malas” artinya, sama dengan tidak mau melakukan; tidak bernafsu; tidak suka. Bila kita malas berdoa artinya tidak mau melakukan; tidak bernafsu; tidak suka berdoa. Padahal melalui doa, Tuhan berbicara untuk mengarahkan umatNya. Saat kita berbicara dengan pasangan kita, namun jika ia tidak menaruh perhatian, tentu hati kita sedih bukan? Demikian pula jika kita malas berdoa. Hal itu sama artinya kita kurang mengasihiNya, karena kita tidak memberikan perhatian  dengan baik.

Jika selama ini Anda memandang doa adalah rutinitas orang Kristen yang menjemukan, mari ubahlah cara pandang Anda. Doa adalah percakapan antara kita dengan Tuhan. Kita bisa ungkapkan apa saja, dan sebaliknya kita pun dapat mendengar suaraNya agar hidup Anda bahagia. Tuhan ada dimana saja dan kapan saja. Ia lebih dekat dari pakaian yang melekat maupun yang terdekat dengan kita. “Make it enjoy.” [ei’/rhb]

 

Wujud cinta adalah menaruh perhatian.

 

Comments are closed.