Comments are off for this post

MANAKAH TUJUAN KEMATIAN?

Sengat maut ialah dosa …. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita (1 Korintus 15:56,57)

Pada tahun 410M, bangsa barbar dari Jerman yang dikenal sebagai bangsa Gotik menjarah kota Roma. Selama penyerbuan itu, banyak orang kristiani dibunuh secara sadis dan kejam.

Di tengah-tengah tragedi ini, ahli teologi ternama Agustinus (354-430) menulis buku klasiknya, The City of God [Kota Allah]. Pikiran-pikirannya masih segar hingga kini, walaupun sudah hampir berusia 16 abad.

Agustinus menulis, “Akhir dari kehidupan ini menyejajarkan kehidupan terlama dengan kehidupan tersingkat …. Kematian menjadi jahat hanya karena hukuman setimpal yang mengikutinya. Karena itu, mereka yang ditentukan untuk mati tidak perlu bertanya tentang kematian macam apa yang akan mereka jalani, tetapi ke mana kematian itu akan mengantar mereka.”

Bagi mereka yang percaya kepada Yesus Kristus, kematian bukanlah seperti polisi yang menyeret kita ke pengadilan, melainkan seperti hamba yang mengantar kita untuk memasuki hadirat Tuhan yang penuh kasih. Rasul Paulus memahami hal ini. Ia memandang kehidupan dan kematian dari perspektif Kristus. Karena ia mengetahui ke mana kematian akan membawanya, maka ia dengan berani menyatakan, “Maut telah ditelan dalam kemenangan” (1 Korintus 15:54).

Setiap orang kristiani dapat memiliki keberanian yang sama. Karena kematian dan kebangkitan Kristus, kita yang menaruh iman di dalam Dia dapat memandang kematian bukan sebagai sebuah akhir, melainkan sebuah awal untuk memasuki kehidupan baru  yaitu kemuliaan kekal bersama Tuhan kita.[rhb]

 

KEMATIAN  BUKAN SEBUAH AKHIR TITIK, TETAPI AWAL MASUK KEHIDUPAN YANG BARU