Comments are off for this post

Memaknai Doa dan Puasa dalam Hidup Sehari-hari

BETHANY.OR.ID-Mendengar kata puasa, maka yang ada dalam benak seseorang secara umum adalah tidak makan dan minum dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan keyakinan yang dijalankannya.
Namun bagi orang Kristen tentu saja memiliki konsep tersen diri tentang puasa.

Kitab Ester pada pasal 4 menyebutkan tentang  wanita bernama Ester  yang berada di bawah suatu ancaman. Ancaman tersebut sangat serius, karena dia akan dibunuh. Terlebih menakutkan, karena ancaman itu dikarenakan yang akan dibunuh bukan hanya Ester, akan tetapi  seluruh kaumnya akan dibunuh oleh Hamano,  orang yang cukup berkuasa saat itu. Lalu, apa yang kemudian dilakukan oleh Ester?  Diambilnya jalan yang tepat, yaitu melakukan doa puasa.

Terdapat tiga hal penting yang perlu diketahui dalam Ester pasal 4 dan 5, yaitu  selama Ester melakukan doa puasa, maka: (1) Ester yakin, bahwa melalui doa puasa itu dia akan diberi solusi atas permasalahananya; (2) Ester mengucapkan permintaannya; (3) Ester dapat membalikkan situasinya, yakni  orang yang tadinya akan membunuh Ester dan seluruh kaumnya, akhirnya dia sendiri yang mati.

Dalam Matius 6:16, Yesus berbicara tentang berpuasa dan menekankan agar murid-muridNya juga berpuasa. Mengapa Yesus mendorong mereka untuk berpuasa? Karena,  memang terdapat beberapa jenis permasalahan  yang hanya dapat diselesaikan dengan doa puasa. Terkadang Tuhan menginginkan kita untuk terus mencariNya, lebih merendahkan diri lagi di hadapanNya dengan cara berdoa disertai berpuasa. Berpuasa adalah perbuatan seseorang yang dengan sukarela tidak makan atau tidak minum dalam periode waktu tertentu. Berpuasa berarti menahan diri tidak makan dan tidak minum, dengan tujuan yang sangat jelas, yakni untuk terfokus kepada hal-hal yang rohaniah dengan mencari Tuhan.

Ada 3 jenis puasa di Alkitab:
Puasa Normal. Disebut puasa normal apabila seseorang dalam periode waktu tertentu tidak makan, tetapi tetap minum air putih.
Puasa Parsial. Puasa dengan tidak makan-makanan tertentu. Daniel pernah mengambil bagian dalam puasa ini. Dia tidak makan-makanan yang dihidangkan raja selama 21 hari dan hasilnya sangat baik.  Daniel menjadi 10 kali lebih hebat dari pada orang-orang seusianya. Ia lebih berhikmat.
Puasa Total. Puasa ini dijalani dengan tidak makan dan tidak minum. Apabila ditanyakan, mana yang lebih baik dari antara 3 jenis puasa itu?  Tuhan tidak melihat dari jenisnya, akan tetapi melihat dari hati pelakunya. Albert Einstein pernah berkata:  “Hanya orang gila yang ingin ke depan lebih baik tetapi ia tidak mau berubah.”  Banyak orang ingin lebih makmur, lebih bahagia, lebih sehat, tetapi tidak melakukan usaha untuk bisa mencapai keinginannya. Sebab itu, penting sekali niat, usaha, dan tindakan kita saat masuk dalam doa puasa, karena melalui doa puasa kita dapat menunjukkan kepada Tuhan, bahwa kita sedang bersungguh-sungguh mencari Dia (Baca 2 Tawarikh 20:3).

Melalui Yesaya 58:6-8, kita menemukan sembilan tujuan utama yang akan dicapai melalui berpuasa, yaitu:

Membuka Belenggu Kelaliman.

Melalui doa puasa, kita akan dibebaskan dari keterikatan. Banyak orang terikat dengan kebiasaan buruk seperti  minuman, obat, rokok dan lain-lain. Masuklah dalam doa puasa, maka anda akan mengalami kelepasan, karena tidak ada ikatan yang terlalu kuat dan terlalu kokoh yang membuat  Tuhan tidak dapat melepaskannya.

Melepaskan Tali-Tali Kuk.

Melalui doa puasa, kita akan terbebas dari beban yang berat. Bila pergumulan yang kita hadapi itu berat sehingga kita sulit menemukan jalan keluarnya, masuklah dalam doa puasa. Percayalah, bahwa beban itu akan terlepaskan dan Tuhan akan menaruh berkat kepada kita.

Memerdekakan Orang Yang Teraniaya.

Melalui doa puasa, setiap jiwa-jiwa yang tertekan dan tertindas akan dibebaskan. Melalui doa puasa kita juga akan memenangkan jiwa. Berdoalah bagi anggota keluarga kita yang belum bertobat. Berpuasalah untuk mereka, maka kita akan melihat Tuhan akan mengerjakan pertobatan dalam keluarga kita.

Mematahkan Kuk.

Ada orang-orang yang hidupnya tidak berkekurangan, semuanya serba ada, tetapi setiap hari mengalami stres, khawatir, banyak pikiran. Masuklah dalam doa puasa, maka kita akan melihat Tuhan akan gantikan dengan sukacita.

Membantu Orang Miskin.

Pada waktu kita berdoa puasa, selama tidak makan dan tidak minum, kita akan merasakan lapar. Dengan demikian kita mengetahui tentang  penderitaan yang dialami orang-orang miskin yang kesulitan mendapatkan makanan, sehingga muncullah belas kasihan dari hati kita untuk berbagi dengan orang yang berkekurangan. Firman Tuhan mengatakan, kalau kita membantu orang yang lemah, kita sedang memiutangi Tuhan. Tuhan akan membalas perbuatan kita itu.

Mendapatkan Terang.

Apabila kita mau mengambil keputusan yang penting, masuklah dalam doa puasa dengan bersungguh-sungguh untuk mencari Tuhan. Dengan demikian kita akan mendapatkan terang guna melihat apa yang menjadi kehendak Tuhan, sehingga dapat mengambil keputusan.

Lukamu Akan Pulih Dengan Segera

Kita mendengar terdapat banyak kesaksian akan kesembuhan yang dialami seseorang karena dia masuk dalam doa dan puasa. Siapapun kita dan apapun penyakit yang kita alami, masuklah dalam doa puasa, maka kita akan mengalami pemulihan dari Tuhan.

Kebenaran Menjadi Baris Depan

Pada waktu kita masuk dalam doa puasa dengan usaha dan niat yang sungguh kepada Tuhan, kita akan mendapatkan banyak pemahaman-pemahaman akan  kehendak Allah. Itu menjadi motivasi bagi seseorang untuk terus hidup dalam kebenaran. Dan inilah yang membedakan dengan orang kristen lainnya yang tidak pernah berdoa puasa.

Kemuliaan Tuhan Di Belakang Kita.

Menjadi disukai oleh  Tuhan, apabila kita mendekat kepadaNya. Kesungguhan hati kita
akan menggerakkan hati Tuhan untuk memproteksi hidup kita dengan kemuliaanNya.
Tetapi, di samping keuntungan yang diberikan Tuhan saat kita masuk dalam doa dan puasa, maka kita pun harus berhati-hati, agar tidak tetrjebak pada kesalah pahaman dalam berpuasa, yaitu: Pertama; orang bisa salah paham pada Tuhan dan menganggap doa puasa untuk merubah Tuhan. Yang benar, bahwa  doa puasa itu untuk merubah diri kita. Kedua; orang bisa cenderung memandang sebelah mata kepada orang lain karena menganggap dirinya lebih mampu berpuasa daripada orang lain.  Ketiga; terjebak pada legalisme (pengakuan kekuasaan) dengan menghendaki sekitarnya untuk bertoleransi kepada dirinya yang sedang berpuasa.
Masuklah dalam doa puasa, sehingga kita akan menikmati berkat yang sudah dipersiapkan Tuhan  dengan melalui doa dan puasa. Maju terus dalam Tuhan. (berbagai sumber/sgbi)