Comments are off for this post

Membangun Kebiasaan Baik

BETHANY.OR.ID-Pembentukan kebiasaan biasanya dilakukan melalui berbagai cara. Misalnya, melakukan “trial and error” atau coba-coba. Kemudian, dari eksperimen-eksperimen tadi,terjadilah suatu pembentukan tingkah laku. Dalam hal ini ialah kebiasaan tertentu.
Kebiasaan juga terbentuk melalui contoh-contoh yang dikagumi atau diidolakan untuk menjadi panutan. Bisa juga terbentuk melalui dukungan, pujian dan penghargaan dari orang lain. Ataupun bisa melalui latihan terus-menerus.

Faktor Bawaan
Menilik contoh-contoh itu, tampaknya kebiasaan adalah sesuatu yang perlu dipelajari. Lalu, adakah peran faktor bawaan yang berpengaruh?  Jawabnya: ada! Dalam arti, bahwa faktor bawaan itu dapat mempercepat, memperkuat atau justru menyulitkan terbentuknya suatu kebiasaan tertentu.
Contoh: Melatih diri untuk tekun, akan sulit dilakukan oleh orang yang tidak mudah berkonsentrasi. Melatih diri untuk bertindak dengan cepat dan efisien, tidak mudah bagi orang yang energinya terbatas ataupun fisiknya sedang lemah. Sedangkan faktor bawaan sering menyebabkan seseorang  terpatok pada batasan-batasan yang dapat menyulitkan atau mempermudah untuk memperoleh kebiasaan baru.
Akan tetapi ada  kabar baik, bahwa faktor belajar atau latihan lebih banyak berperan dalam pembentukan kebiasaan seseorang. Karena itu, kurang bijaksana apabila seseorang  tidak berusaha mendisiplin diri dalam membentuk kebiasaan baik dengan menyatakan:  “Dari sononya saya memang sudah begini!”

Melatih Diri
Kebiasaan baik yang perlu diperhatikan dalam kehidupan,  antara lain dalam cara kita berpikir.  Dalam berpikir itu,  seseorang perlu melatih diri, agar bisa berpikir secara sehat dan rasional. Pemikiran tersebut, bagi umat Kristen, harus  lebih mengutamakan kekekalan dari pada yang sementara.
Umat Kristen perlu  melatih diri, bagaimana dapat membantu orang lain daripada secara egoistis memikirkan kepentingan diri sendiri dan dengan menimbun harta bagi dirinya. Dari segi perasaan, biasakanlah untuk memiliki berbagai perasaan yang positif, rendah hati, sabar, penuh kasih dan damai. Dari segi tindakan, maka perlu melakukannya dengan melatih diri untuk ‘menguasai diri-sendiri’. Kemudian, perbanyaklah ucapan dan ungkapan yang menyejukkan. Hal itu akan mendatangkan kedamaian di hati, menciptakan kesejahteraan dan mendidik bagi orang lain. Biasakan untuk hidup disiplin, bersikap jujur dan adil terhadap orang lain, rela mengaku salah dan mau untuk memperbaiki kesalahan sendiri.

Memperoleh Kebiasaan Baik
Ada kalanya seseorang terlambat untuk mempelajari berkebiasaan  baik. Sering kali seseorang mempunyai cara berpikir yang kurang baik.

Sebab itu, ada saran praktis untuk memperoleh kebiasaan baik tersebut. Yakni biasakan pada setiap hari untuk berdoa dan membaca Alkitab. Mohonlah bantuan Roh Kudus untuk menolong. Usahakan untuk mengarahkan diri selalu kepada ‘hadiah’ yang nanti akan diberikan Allah untuk setiap orang yang menang dalam ‘pertandingan’.  Berikutnya, jangan mudah patah semangat karena kritik atau cemoohan di saat berbuat baik. Ingat, bahwa ada kalanya kebiasaan baik itu merupakan juga suatu perjuangan seumur hidup. Jadi, teruslah berlatih tanpa putus asa.
Filipi 3:12-14 meneguhkan, “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna kata Paulus, melainkan aku mengejarnya kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan, aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah. yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”  [wic/sgbi]