No comments yet

Mengasihi Tuhan

“…. Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” …. Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku” (Yohanes 21:17).

ALKITAB Berbahasa Indonesia memiliki keterbatasan makna jika dibandingkan dengan Alkitab dalam bahasa aslinya. Misalnya dalam percakapan antara Yesus dengan Petrus pada pembacaan ayat hari ini. Yesus menggunakan kata “kasih” yang berbeda dengan kata “kasih” yang dipakai oleh Petrus. Tetapi di Alkitab terjemahan Indonesia tak terlihat perbedaan itu.

Kata “kasih” yang dipakai oleh Tuhan Yesus  dalam pertanyaan pertama (ayat 15) berbeda dengan kata kasih yang dipakai oleh Tuhan Yesus dalam pertanyaan  ketiga. (ayat 17).

Dalam ayat 15 Tuhan menggunakan kata ‘Agape’  yang berarti kasih yang tulus (tanpa syarat) seperti Tuhan mengasihi manusia.

Sedangkan dalam ayat 17 Tuhan menggunakan kata “phileo’  kasih antar sesama, kasih kepada keluarga dekat atau orang yang dikenal saja.

Melalui kedua kata itu Tuhan Yesus ingin menyatakan kepada Petrus, bahwa kasih itu jangan bersyarat sesuai dengan kehendak kita saja. Tetapi Tuhan menginginkan kasih yang tulus, hangat dan penuh perasaan, seperti Kasih Illahi.

Pada pertanyaan ketiga, Tuhan  Yesus menurunkan derajat dari kasih  agape ke philia, karena itulah kemampuan Petrus mengasihi Tuhan saat itu. Tetapi pada dasarnya Tuhan Yesus mau kita semua memiliki kasih agape terhadap Tuhan kita. (hi/rhb)

Berikanlah kasih kepada Yesus dan itu adalah persembahan yang terbaik.

 

Post a comment