Comments are off for this post

Mengenal Sekolah Orientasi Melayani (SOM) Gereja Bethany

BETHANY.OR.ID -Apakah Sekolah Orientasi Melayani (SOM) Bethany itu? Sekolah Orientasi Melayani Bethany adalah pendidikan non formal yang merupakan program pertama dan utama pada Gereja Bethany Indonesia. Sekolah tersebut membekali jemaat dengan pengetahuan Firman Tuhan dan membawa mereka masuk dalam pertumbuhan rohani secara praktis sekaligus mengubah jemaat pasif menjadi jemaat yang melayani.

Metode guru mengajar adalah sederhana dan aplikatip atau mudah dimengerti dan dilakukan, seluruh guru yang mengajar di sekolah Orientasi Melayani (SOM) harus sudah lahir baru, lulus SOM, menguasai Firman Tuhan dan punya pengalaman pribadi dengan Tuhan.

Sekolah Orientasi Melayani (SOM) tersebut dibuka oleh Bapak Pdt. Abraham Alex Tanuseputra di Surabaya pada tahun 1986, adapun urutan kelas yang harus ditempuh oleh murid adalah: Kelas Keselamatan (Salvation), Kelas Roh Kudus (Holy Spirit), Kelas Kesembuhan dan Berkat (Divine Healing and Blessing), Kelas Kedatangan Tuhan yang Kedua (Second Coming), kemudian dilanjutkan dengan kelas Kepemimpinan (Advance).

Semua lulusan diberikan sertifikat tanda lulus Sekolah Orientasi Melayani (SOM). Adapun penyelenggaraannya satu minggu sekali, sehingga setiap kelas akan diselesaikan dalam tempo 3,5 bulan (tiga setengah bulan). Sekolah Orientasi Melayani (SOM) cabang otonom dibawah gembala sidang masing-masing, sedangkan kurikulum dan pengajarannya di tentukan oleh pusat.

Bagaimana lahirnya SOM ?

Pada awal tahun 1970-an Bapak Pdt. Abraham Alex Tanuseputra, oleh tuntunan Tuhan berkenan mengunjungi beberapa Negara untuk melihat dan belajar pada gereja- gereja yang ada di seluruh dunia ini. – Maka ditemukan beberapa macam gereja antara lain Gereja Presbyterian Anglikan yang menekankan doktrin Keselamatan, kemudian ditemukan Gereja Pantekosta yang menekankan doktrin Roh Kudus, kemudian ditemukan juga gereja yang menekankan doktrin Berkat dan Kesembuhan salah satunya adalah Crystal Chruch di Amerika dan Gereja Mempelai yang menekankan doktrin Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua (Second Coming) dan mengajarkan tentang kekudusan.

Melalui keempat macam gereja yang bermacam-macam penekanan doktrinya, beliau rindu untuk gereja-gereja tersebut disatukan, namun hal itu sulit bahkan tidak mungkin karena adanya tembok-tembok pembatas gereja dan aturan-aturan organisasi yang tidak memungkinkan.

Akhirnya Bapak Pdt. Abraham Alex Tanuseputra hanya bisa menyatukan keempat doktrin tersebut pada gereja yang Tuhan ijinkan beliau dirikan yaitu Gereja Bethany Indonesia. Selanjutnya gereja serta para Hamba Tuhan dan seluruh pengajar yang ada di Gereja Bethany Indonesia akan menuntun dan membawa jemaat untuk menerima Keselamatan di dalam Yesus Kristus Tuhan dan lahir baru kemudian mengenal dan menerima bapAsan Roh Kudus dan menjadikan tubuh ini adalah Bait Allah, sehingga mereka di pulihkan dan Diberkati (Hidupku bukan aku lagi tetapi Kristus yang hidup dalam aku) dan di ubahkan dari jemaat anak-anak yang pasif menjadi jemaat dewasa yang siap dipertunangkan dengan mempelai laki-laki yaitu Yesus Kristus Tuhan. Diselamatkan untuk menyelamatkan, dipulihkan untuk memulihkan dan diberkati untuk memberkati, lalu hidup kudus, mempersiapkan diri melayani dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya.

Inilah awal lahirnya Gereja Bethany Indonesia dengan Sekolah Orientasi Melayani (SOM) sebagai program pertama dan utama.

Kemudian lahirlah program Family Altar (FA) sebagai wadah jemaat yang sudah lulus dan sedang belajar di Sekolah Orientasi Melayani (SOM), mereka di Family Altar (FA) tersebut akan dibimbing untuk memiliki Kesatuan Hati, Tumbuh Bersama, dan Memenangkan Jiwa, ini program kedua dari Gereja Bethany Indonesia dan melalui Family Altar (FA) ini mereka dapat praktek melayani, guna menyongsong tuaian akhir zaman, maka seluruh jemaat orang percaya akan dipakai Tuhan untuk melaksanakan Amanat Agung : “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintah kepadamu. Dan ketahuilah, AKU menyertai kamu senan5asa sampai kepada akhir zaman” Mat. 28:19-20.

Oleh: Pdt. Henry Susanto (Ketua Bidang Pengajaran SOM Sinode Gereja Bethany).